Demokrasi yang sehat menuntut adanya estafet yang tuntas, bukan pergantian formalitas yang menyisakan bayang-bayang masa lalu. Publik kini disodori ironi: di saat seorang tokoh bangsa seharusnya sibuk merumuskan cetak biru kebangsaan yang visioner atau aktif di panggung diplomasi internasional, ia justru memilih sibuk bermanuver di tingkat lokal.
Safari di Lampung ini bukan lagi soal romantisme hubungan rakyat dan pemimpinnya, melainkan sebuah unjuk kekuatan (power show) bahwa sang mantan penguasa belum benar-benar rela untuk digantikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Editor : A. Nandar
















Tinggalkan Balasan