Kado Budaya ke 18 Soroti Tantangan Kebudayaan dan Krisis Lingkungan

- Penulis

Senin, 22 Juni 2026 - 07:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

gelaran Kado Budaya 18 yang diselenggarakan PMII Wonosobo bersama Teater Banyu di Aula Al A'la Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Wonosobo, Jumat-Sabtu (19-20/6/2026).

i

gelaran Kado Budaya 18 yang diselenggarakan PMII Wonosobo bersama Teater Banyu di Aula Al A'la Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Wonosobo, Jumat-Sabtu (19-20/6/2026).

WONOSOBO, DiengPost.com – Di tengah derasnya arus digitalisasi, dominasi budaya populer global, serta berbagai persoalan sosial dan lingkungan yang semakin kompleks, keberlangsungan kebudayaan lokal menghadapi tantangan yang tidak ringan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam gelaran Kado Budaya 18 yang diselenggarakan PMII Wonosobo bersama Teater Banyu di Aula Al A’la Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Wonosobo, Jumat-Sabtu (19-20/6/2026).

‎Mengusung tema ‘Merawat Nyala, Merajut Kreativitas di Tengah Perubahan Zaman’, kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan bagi pelaku seni, mahasiswa, komunitas budaya, dan masyarakat untuk berdialog mengenai masa depan kebudayaan di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat.

‎Kegiatan menghadirkan sejumlah agenda, mulai dari pameran seni, diskusi kebudayaan, hingga pementasan teater yang mengangkat isu-isu sosial dan lingkungan.

‎Ahmad Nafa mengatakan Kado Budaya hadir sebagai ruang bersama bagi masyarakat untuk merawat dan mengembangkan kebudayaan melalui dialog serta karya-karya kreatif.

Baca Juga:  9 Tempat Wisata Dieng Paling Hits dan Menarik, Termasuk Pintu Langit di Desa Tieng

‎”Kado Budaya bertujuan menjadi ruang berkumpul bagi sedulur-sedulur budaya dan masyarakat untuk berdialog, berkarya, serta bersama-sama menjaga dan mengembangkan kebudayaan,” katanya.

‎Menurutnya, tema yang diangkat tahun ini lahir dari kegelisahan terhadap posisi kebudayaan yang semakin terdesak oleh perubahan zaman. Di satu sisi, perkembangan teknologi membuka ruang baru bagi kreativitas, namun di sisi lain berpotensi menjauhkan masyarakat dari akar budaya lokal apabila tidak diimbangi dengan upaya pelestarian yang serius.

Editor : A. Nandar

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kasad Sebut Lulusan Seskoad Angkatan Darat Harus Siap Hadapi Tantangan Masa Depan
Perkuat Sinergi Informasi TNI AD, Dispenad Gelar Silaturahmi Hangat Bersama Awak Media Massa
Viral Kesalahan Juri, MPR Minta Maaf Atas Insiden Penilaian LCC Empat Pilar 2026 Kalbar
Kemendikdasmen Beri Kepastian Nasib Guru Non-ASN hingga 2026
Cegah Pola Berulang Kasus Pencabulan Santriwati Pati, Satgas Khusus Pesantren Mendesak Dibentuk
Kasus Pencabulan Santriwati Pati: Polresta Pati Periksa Pengasuh Ponpes yang Jadi Tersangka
KRI Bima Suci Tiba di Singapura: Kapal Latih TNI AL Perkuat Diplomasi Maritim
Fakta Baru Kekerasan Daycare Yogyakarta: Pengasuh Sebut Ada Perintah Atasan

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 07:09 WIB

Kado Budaya ke 18 Soroti Tantangan Kebudayaan dan Krisis Lingkungan

Minggu, 14 Juni 2026 - 06:57 WIB

Kasad Sebut Lulusan Seskoad Angkatan Darat Harus Siap Hadapi Tantangan Masa Depan

Minggu, 31 Mei 2026 - 18:32 WIB

Perkuat Sinergi Informasi TNI AD, Dispenad Gelar Silaturahmi Hangat Bersama Awak Media Massa

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:37 WIB

Viral Kesalahan Juri, MPR Minta Maaf Atas Insiden Penilaian LCC Empat Pilar 2026 Kalbar

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:51 WIB

Kemendikdasmen Beri Kepastian Nasib Guru Non-ASN hingga 2026

Berita Terbaru