JAKARTA — Menyambut tahun 2026, Kementerian Pertanian memastikan bahwa pasokan pangan nasional dalam kondisi aman dan harga relatif stabil. Hal ini ditopang oleh produksi dalam negeri yang mencukupi, distribusi yang lancar, serta pengawasan pasar yang dilakukan secara intensif di seluruh wilayah Indonesia.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi kepada para pedagang yang telah menjual komoditas pangan sesuai atau bahkan di bawah harga eceran tertinggi (HET). Menurutnya, kepatuhan tersebut berkontribusi besar dalam menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat.
“Kepada saudara-saudara yang sudah menjual komoditas pangan di bawah HET, kami ucapkan terima kasih,” ujar Mentan dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (1/1/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun demikian, Amran menegaskan bahwa pemerintah tidak akan segan mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang melanggar aturan di sektor pangan. Ia menekankan bahwa dengan kondisi stok yang mencukupi, tidak ada alasan bagi harga pangan pokok strategis seperti beras, minyak goreng, dan gula konsumsi untuk mengalami kenaikan.
Per akhir Desember 2025, stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog tercatat mencapai 3,39 juta ton.
“Saat ini beras dan minyak goreng tidak ada alasan untuk naik karena produksinya banyak. Hal yang sama juga berlaku untuk gula putih, di mana produksi dalam negeri terus meningkat,” jelas Amran.
Pemerintah juga terus melakukan pemantauan intensif dan turun langsung ke lapangan untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga tetap terjaga. “Mudah-mudahan semua berjalan sesuai harapan dan tidak ada gangguan dalam beberapa hari ke depan,” tambahnya.
Editor : A. Nandar
Sumber Berita: ANTARA
Halaman : 1 2 Selanjutnya
































Tinggalkan Balasan