WONOSOBO – Aktivitas pergerakan tanah Lamuk Wonosobo kembali meningkat sejak awal Oktober 2025. Dampaknya, jalan utama penghubung Kaliwiro–Lamuk di Dusun Reban, Desa Lamuk, Kecamatan Kaliwiro, amblas hampir separuh lebar jalan.
Kondisi ini membuat jalur vital antarwilayah di Wonosobo bagian selatan nyaris putus.Menurut Kepala Dusun Reban, pergerakan tanah Lamuk Wonosobo mulai terlihat setelah intensitas hujan meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Jalur itu sebelumnya sudah diperbaiki pada November 2024 dengan melapisi pondasi bronjong dan timbunan pasir batu (sirtu), namun kerusakan kembali terjadi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tanah terus bergerak tiap hujan deras. Bronjong sudah jebol, permukaan jalan sekarang miring dan separuhnya amblas. Kalau curah hujan makin tinggi, kemungkinan jalan terputus total,” ujarnya, Rabu (29/10/2025).
Kerusakan di titik pergerakan tanah Lamuk Wonosobo ini menjadi perhatian serius, karena jalur yang terdampak merupakan satu-satunya akses bagi warga menuju pusat Kecamatan Kaliwiro.
Jalur tersebut rutin digunakan untuk aktivitas sekolah, distribusi hasil pertanian, dan kegiatan ekonomi. Hingga kini tidak tersedia rute alternatif yang dapat dilalui kendaraan roda empat.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 Selanjutnya
































Tinggalkan Balasan