YOGYAKARTA – Gunung Merapi luncurkan awan panas sebanyak tujuh kali pada Minggu (2/11/2025) sepanjang hari. Peningkatan aktivitas vulkanik ini dilaporkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui keterangan resmi Juru Bicara Agus Budi Santoso pada Minggu malam.
Menurut data dari PVMBG, awan panas pertama terpantau pada pukul 11.04 WIB dan yang terakhir terjadi sekitar pukul 20.46 WIB. Jarak luncur awan panas berkisar antara 1 hingga 2 kilometer dengan arah dominan menuju Sungai Krasak di sisi barat daya Gunung Merapi.
Agus menjelaskan bahwa erupsi dan awan panas guguran yang terekam pada Minggu masih merupakan bagian dari perilaku erupsi Gunung Merapi yang telah berlangsung sejak 2021. Dalam periode empat tahun terakhir, aktivitas gunung ini ditandai dengan runtuhan material lava dan awan panas dengan intensitas bervariasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Peningkatan intensitas erupsi hari ini merupakan bagian dari perilaku erupsi Gunung Merapi sejak 2021, di mana aktivitas guguran cukup intensif dan disertai awan panas seperti yang terjadi hari ini,” ujar Agus Budi Santoso dalam pernyataan tertulis.
Sejak awal erupsi pada Januari 2021, tercatat sedikitnya 12 kali peningkatan aktivitas serupa dengan pola erupsi yang relatif stabil. Pada kondisi musim hujan seperti saat ini, curah hujan tinggi dapat memengaruhi kestabilan kubah lava dan meningkatkan potensi guguran material dari puncak Gunung Merapi.
Meski Gunung Merapi luncurkan awan panas cukup sering, Agus memastikan bahwa jarak luncur masih tergolong aman. Aktivitas vulkanik juga belum menunjukkan anomali yang mengindikasikan peningkatan signifikan dari level Siaga (Level III) yang masih berlaku hingga kini.
Penulis : Adi
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 Selanjutnya
































Tinggalkan Balasan