Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas, Masyarakat Diminta Tetap Tenang

- Penulis

Senin, 3 November 2025 - 11:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar pantauan gunung merapi mengeluarkan awan panas oleh PVMBG.

i

Gambar pantauan gunung merapi mengeluarkan awan panas oleh PVMBG.

YOGYAKARTA – Gunung Merapi luncurkan awan panas sebanyak tujuh kali pada Minggu (2/11/2025) sepanjang hari. Peningkatan aktivitas vulkanik ini dilaporkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui keterangan resmi Juru Bicara Agus Budi Santoso pada Minggu malam.

Menurut data dari PVMBG, awan panas pertama terpantau pada pukul 11.04 WIB dan yang terakhir terjadi sekitar pukul 20.46 WIB. Jarak luncur awan panas berkisar antara 1 hingga 2 kilometer dengan arah dominan menuju Sungai Krasak di sisi barat daya Gunung Merapi.

Agus menjelaskan bahwa erupsi dan awan panas guguran yang terekam pada Minggu masih merupakan bagian dari perilaku erupsi Gunung Merapi yang telah berlangsung sejak 2021. Dalam periode empat tahun terakhir, aktivitas gunung ini ditandai dengan runtuhan material lava dan awan panas dengan intensitas bervariasi.

“Peningkatan intensitas erupsi hari ini merupakan bagian dari perilaku erupsi Gunung Merapi sejak 2021, di mana aktivitas guguran cukup intensif dan disertai awan panas seperti yang terjadi hari ini,” ujar Agus Budi Santoso dalam pernyataan tertulis.

Baca Juga:  Mahasiswa STAINU Purworejo Pelajari Etika Penulisan Ilmiah di Era AI

Sejak awal erupsi pada Januari 2021, tercatat sedikitnya 12 kali peningkatan aktivitas serupa dengan pola erupsi yang relatif stabil. Pada kondisi musim hujan seperti saat ini, curah hujan tinggi dapat memengaruhi kestabilan kubah lava dan meningkatkan potensi guguran material dari puncak Gunung Merapi.

Meski Gunung Merapi luncurkan awan panas cukup sering, Agus memastikan bahwa jarak luncur masih tergolong aman. Aktivitas vulkanik juga belum menunjukkan anomali yang mengindikasikan peningkatan signifikan dari level Siaga (Level III) yang masih berlaku hingga kini.

Penulis : Adi

Editor : A. Nandar

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Perkuat Sinergi Informasi TNI AD, Dispenad Gelar Silaturahmi Hangat Bersama Awak Media Massa
Viral Kesalahan Juri, MPR Minta Maaf Atas Insiden Penilaian LCC Empat Pilar 2026 Kalbar
Kemendikdasmen Beri Kepastian Nasib Guru Non-ASN hingga 2026
Cegah Pola Berulang Kasus Pencabulan Santriwati Pati, Satgas Khusus Pesantren Mendesak Dibentuk
Kasus Pencabulan Santriwati Pati: Polresta Pati Periksa Pengasuh Ponpes yang Jadi Tersangka
KRI Bima Suci Tiba di Singapura: Kapal Latih TNI AL Perkuat Diplomasi Maritim
Fakta Baru Kekerasan Daycare Yogyakarta: Pengasuh Sebut Ada Perintah Atasan
Kasus Kekerasan Daycare Yogyakarta: Polisi Tetapkan 13 Tersangka Termasuk Pengelola

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 18:32 WIB

Perkuat Sinergi Informasi TNI AD, Dispenad Gelar Silaturahmi Hangat Bersama Awak Media Massa

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:37 WIB

Viral Kesalahan Juri, MPR Minta Maaf Atas Insiden Penilaian LCC Empat Pilar 2026 Kalbar

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:16 WIB

Cegah Pola Berulang Kasus Pencabulan Santriwati Pati, Satgas Khusus Pesantren Mendesak Dibentuk

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:23 WIB

Kasus Pencabulan Santriwati Pati: Polresta Pati Periksa Pengasuh Ponpes yang Jadi Tersangka

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:22 WIB

KRI Bima Suci Tiba di Singapura: Kapal Latih TNI AL Perkuat Diplomasi Maritim

Berita Terbaru