Mahasiswa STAINU Purworejo Pelajari Etika Penulisan Ilmiah di Era AI

- Penulis

Minggu, 26 Oktober 2025 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama usai pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah Berbantuan Kecerdasan Artifisial di Wisma PKPRI Kabupaten Purworejo.

i

Foto bersama usai pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah Berbantuan Kecerdasan Artifisial di Wisma PKPRI Kabupaten Purworejo.

PURWOREJO – Perkembangan kecerdasan buatan kini merambah dunia akademik. Di tengah pesatnya disrupsi digital, pelatihan penulisan karya ilmiah berbantuan AI menjadi salah satu langkah strategis untuk menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan kejujuran akademik.

Langkah itu diambil oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (HMPS PIAUD) STAINU Purworejo yang bergabung dalam kegiatan pelatihan bertajuk ‘Penulisan Karya Tulis Ilmiah Berbantuan Kecerdasan Artifisial’, Sabtu (25/10/2025), di Wisma PKPRI Kabupaten Purworejo.

Kegiatan tersebut berlangsung lima jam dan diikuti lintas profesi, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga tenaga pendidikan. Data panitia mencatat, lebih dari 80 peserta berpartisipasi, dengan sepuluh di antaranya merupakan delegasi aktif dari HMPS PIAUD STAINU Purworejo.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelatihan ini menjadi bagian dari kerja sama Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) dengan FITK UIN Walisongo Semarang, yang saat ini gencar mengampanyekan literasi digital etis bagi akademisi. Kolaborasi tersebut menyoroti pentingnya penggunaan AI secara bertanggung jawab di dunia pendidikan tinggi.

Baca Juga:  Gladi Lapang Tsunami BPBD Purworejo, Uji Kesiapsiagaan Warga Pesisir

“Kecerdasan buatan tidak boleh lepas dari nilai etika. Mahasiswa harus tetap menjadi subjek utama dalam berpikir dan menulis ilmiah,” ujar Prof. Dr. Fatah Syukuran, M.Ag, Dekan FITK UIN Walisongo Semarang, saat membuka acara.

Ia menambahkan, penggunaan teknologi penulisan seperti ChatGPT, Gemini, atau Claude hanya dapat bermanfaat apabila disertai pemahaman metodologis dan verifikasi sumber data.

Salah satu narasumber utama, Dr. M. Djamal, M.Pd, memaparkan materi bertema Tips dan Trik Penulisan Ilmiah Berbantuan AI. Ia mengingatkan bahaya ketergantungan pada sistem otomatis yang berisiko menurunkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa.

“AI bisa menghasilkan tulisan benar secara gramatikal, tapi belum tentu tepat secara akademik. Di sinilah pentingnya verifikasi dan refleksi akademik manusia,” kata Djamal.

Hal senada disampaikan H. Wibowo Prasetyo, anggota DPR RI Komisi VIII yang juga hadir sebagai pembicara. Dalam paparannya, ia menyebutkan bahwa pengetahuan dan sense of humanity tetap menjadi pembeda antara manusia dan mesin.

Baca Juga:  Wisuda III STIKES Pemkab, Bupati Purworejo Tekankan Jaga Integritas Sebagai Tenaga Kesehatan yang Profesional

“AI bisa menulis cepat, tapi manusia bisa menulis dengan makna,” ujarnya, disambut tawa peserta.

Sesi interaktif berlanjut dengan delapan forum tanya jawab, di mana mahasiswa menyoal batas penggunaan AI dalam riset dan cara menjaga orisinalitas karya.

Ketua HMPS PIAUD, Reny Andriyani, menyebut pelatihan ini menumbuhkan kesadaran baru di kalangan mahasiswa untuk lebih berhati-hati dalam mengutip data berbasis AI.

“Kami belajar bahwa AI bisa menjadi mitra, tapi tidak bisa menggantikan tanggung jawab intelektual penulis,” ujarnya.

Ia menilai kegiatan ini penting untuk menjembatani kesenjangan pemahaman antara mahasiswa dan dosen terkait penggunaan AI generatif dalam penulisan.

Melalui kegiatan ini, HMPS PIAUD STAINU Purworejo berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dan disebarluaskan kepada mahasiswa lainnya, sebagai langkah nyata peningkatan kemampuan akademik dan literasi digital di lingkungan kampus.

Penulis : Adi

Editor : A. Nandar

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

KPK Tetapkan Ajudan dan Bupati Tulungagung Jadi Tersangka Korupsi
Viral Video Sepeda Motor BGN, Dadan Hindayana Beri Klarifikasi
Rupiah Tembus Rp17.000, Airlangga Sebut Mata Uang Lain Juga Melemah
Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir bagi Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Menkeu Purbaya Jamin Harga BBM Bersubsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026
Menteri Purbaya Siapkan Tambahan Subsidi Energi Nasional Rp100 Triliun
Pemerintah Tegaskan Harga BBM Tidak Naik Baik Subsidi Maupun Non-Subsidi
Prabowo Tegaskan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kriminal Serius

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 23:28 WIB

KPK Tetapkan Ajudan dan Bupati Tulungagung Jadi Tersangka Korupsi

Kamis, 9 April 2026 - 10:02 WIB

Viral Video Sepeda Motor BGN, Dadan Hindayana Beri Klarifikasi

Rabu, 8 April 2026 - 07:24 WIB

Rupiah Tembus Rp17.000, Airlangga Sebut Mata Uang Lain Juga Melemah

Selasa, 7 April 2026 - 14:11 WIB

Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir bagi Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Selasa, 7 April 2026 - 07:20 WIB

Menkeu Purbaya Jamin Harga BBM Bersubsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026

Berita Terbaru