Koordinator RPB SAR Kaliwiro, Habib, menjelaskan jalan di lokasi pergerakan tanah Lamuk Wonosobo kini hanya bisa dilalui kendaraan kecil. Itupun harus dengan kecepatan rendah dan kewaspadaan tinggi.
“Mobil besar dilarang melintas karena badan jalannya tidak stabil. Kami sudah beri batas dan imbauan agar warga berhati-hati,” kata Habib.
Tim gabungan yang terdiri dari RPB SAR Kaliwiro, Pemerintah Kecamatan Kaliwiro, Polsek, Koramil, dan Pemerintah Desa Lamuk telah meninjau lokasi serta melakukan asesmen cepat. Mereka juga memasang tanda peringatan dan mengingatkan pengendara untuk menghindari melintas pada malam hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jalan di lokasi tidak ada penerangan. Risiko kecelakaan cukup besar jika pengendara tidak tahu kondisi lapangan,” ujar salah satu anggota tim gabungan.
Upaya sementara dilakukan dengan penimbunan manual dan pembersihan material longsoran ringan di sekitar badan jalan. Namun, penanganan jangka panjang untuk pergerakan tanah Lamuk Wonosobo masih menunggu keputusan dari Pemerintah Kabupaten Wonosobo.
Potensi pergerakan tanah pada jalur Kaliwiro–Lamuk diperkirakan akan terus meningkat seiring datangnya musim hujan. Catatan BPBD Wonosobo menunjukkan, wilayah Lamuk dan sekitarnya termasuk dalam zona rawan tanah gerak tingkat menengah hingga tinggi, yang memerlukan intervensi teknis permanen untuk mencegah putusnya akses utama.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2
































Tinggalkan Balasan