Pergerakan Tanah di Lamuk Kembali Aktif, Jalan Penghubung Kaliwiro Nyaris Putus

- Penulis

Kamis, 30 Oktober 2025 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas BPBD bersama tim gabungan melakukan asessment jalan amblas akibat tanah bergerak di Lamuk Kaliwiro.

i

Petugas BPBD bersama tim gabungan melakukan asessment jalan amblas akibat tanah bergerak di Lamuk Kaliwiro.

Koordinator RPB SAR Kaliwiro, Habib, menjelaskan jalan di lokasi pergerakan tanah Lamuk Wonosobo kini hanya bisa dilalui kendaraan kecil. Itupun harus dengan kecepatan rendah dan kewaspadaan tinggi.

“Mobil besar dilarang melintas karena badan jalannya tidak stabil. Kami sudah beri batas dan imbauan agar warga berhati-hati,” kata Habib.

Tim gabungan yang terdiri dari RPB SAR Kaliwiro, Pemerintah Kecamatan Kaliwiro, Polsek, Koramil, dan Pemerintah Desa Lamuk telah meninjau lokasi serta melakukan asesmen cepat. Mereka juga memasang tanda peringatan dan mengingatkan pengendara untuk menghindari melintas pada malam hari.

“Jalan di lokasi tidak ada penerangan. Risiko kecelakaan cukup besar jika pengendara tidak tahu kondisi lapangan,” ujar salah satu anggota tim gabungan.

Upaya sementara dilakukan dengan penimbunan manual dan pembersihan material longsoran ringan di sekitar badan jalan. Namun, penanganan jangka panjang untuk pergerakan tanah Lamuk Wonosobo masih menunggu keputusan dari Pemerintah Kabupaten Wonosobo.

Baca Juga:  Grebek Jumat, Warga Talunombo Dapat Layanan Kesehatan Gratis Usai Sholat Jumat

Potensi pergerakan tanah pada jalur Kaliwiro–Lamuk diperkirakan akan terus meningkat seiring datangnya musim hujan. Catatan BPBD Wonosobo menunjukkan, wilayah Lamuk dan sekitarnya termasuk dalam zona rawan tanah gerak tingkat menengah hingga tinggi, yang memerlukan intervensi teknis permanen untuk mencegah putusnya akses utama.

Editor : A. Nandar

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Viral Kesalahan Juri, MPR Minta Maaf Atas Insiden Penilaian LCC Empat Pilar 2026 Kalbar
Kemendikdasmen Beri Kepastian Nasib Guru Non-ASN hingga 2026
Cegah Pola Berulang Kasus Pencabulan Santriwati Pati, Satgas Khusus Pesantren Mendesak Dibentuk
Kasus Pencabulan Santriwati Pati: Polresta Pati Periksa Pengasuh Ponpes yang Jadi Tersangka
KRI Bima Suci Tiba di Singapura: Kapal Latih TNI AL Perkuat Diplomasi Maritim
Fakta Baru Kekerasan Daycare Yogyakarta: Pengasuh Sebut Ada Perintah Atasan
Kasus Kekerasan Daycare Yogyakarta: Polisi Tetapkan 13 Tersangka Termasuk Pengelola
Update Kasus Penganiayaan Anak di Banda Aceh: Enam Saksi Beri Keterangan

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:37 WIB

Viral Kesalahan Juri, MPR Minta Maaf Atas Insiden Penilaian LCC Empat Pilar 2026 Kalbar

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:51 WIB

Kemendikdasmen Beri Kepastian Nasib Guru Non-ASN hingga 2026

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:16 WIB

Cegah Pola Berulang Kasus Pencabulan Santriwati Pati, Satgas Khusus Pesantren Mendesak Dibentuk

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:23 WIB

Kasus Pencabulan Santriwati Pati: Polresta Pati Periksa Pengasuh Ponpes yang Jadi Tersangka

Kamis, 30 April 2026 - 10:43 WIB

Fakta Baru Kekerasan Daycare Yogyakarta: Pengasuh Sebut Ada Perintah Atasan

Berita Terbaru