Indonesia Desak PBB Lakukan Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian

- Penulis

Selasa, 7 April 2026 - 14:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG, DiengPost.com – Pemerintah Republik Indonesia secara resmi mendorong adanya langkah evaluasi keamanan pasukan perdamaian dunia menyusul gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon. Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan duka cita mendalam saat memberikan keterangan pers di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (4/4/2026).

Ketiga personel yang gugur dalam misi UNIFIL tersebut merupakan kusuma bangsa yang sedang mengemban tugas mulia menjaga stabilitas global. Selain itu, laporan terbaru menyebutkan terdapat tiga prajurit lainnya yang juga mengalami luka-luka akibat insiden bersenjata di wilayah penugasan tersebut.

Oleh karena itu, pemerintah melalui Perwakilan Tetap di New York telah meminta Dewan Keamanan PBB untuk segera menggelar rapat luar biasa. Maka dari itu, upaya evaluasi keamanan pasukan perdamaian menjadi agenda mendesak agar keselamatan para penjaga perdamaian dapat terjamin secara maksimal.

Sebab, serangan terhadap pasukan PBB adalah tindakan yang melanggar hukum internasional dan tidak dapat dibenarkan oleh alasan apa pun. Namun, Indonesia menegaskan bahwa misi ini adalah menjaga situasi damai, sehingga perlindungan terhadap personel harus menjadi prioritas utama.

“Kita menuntut supaya dilakukan investigasi menyeluruh karena ini adalah misi penjaga perdamaian,” tegas Menlu Sugiono di Tangerang.

Baca Juga:  FORKI Lampung Gelar Gubernur Cup, Seleksi Atlet Menuju Kejurnas Karate

Desakan Diplomasi dan Perlindungan Mandat Internasional

Menlu Sugiono menjelaskan bahwa karakteristik pasukan penjaga perdamaian sangat berbeda dengan pasukan tempur yang melakukan pembuatan perdamaian secara aktif. Selanjutnya, langkah evaluasi keamanan pasukan perdamaian diharapkan mampu meninjau kembali standar operasional prosedur serta perlengkapan perlindungan bagi para prajurit di lapangan.

Maka, Perancis selaku penholder isu Lebanon di Dewan Keamanan PBB telah memberikan lampu hijau terhadap permintaan sidang darurat dari Indonesia. Oleh sebab itu, Indonesia mengutuk keras segala bentuk serangan yang sengaja diarahkan kepada markas maupun personel UNIFIL di Lebanon Selatan.

Penulis : Adi

Editor : A. Nandar

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Trump Ancam Perluas Operasi Militer di Selat Hormuz Jika Iran Tolak Kesepakatan
MORA Group Catat Respons Positif Pasar Malaysia pada MATTA Fair 2026
Kecam Serangan di Lebanon, Menhan Pakistan Sebut Israel Kutukan bagi Kemanusiaan
Konflik Timur Tengah Memanas, AS Pantau Sinyal Dukungan China untuk Iran
Khamenei Syahid, Iran Umumkan 40 Hari Berkabung dan Balas Serangan AS-Israel
AS Rilis Jutaan Dokumen Kasus Epstein, Jaksa Bantah Lindungi Presiden Trump
AS Peringatkan Iran Soal Latihan Militer di Selat Hormuz
Di Davos, Trump Desak Akuisisi Greenland dan Kritik NATO

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 20:11 WIB

Trump Ancam Perluas Operasi Militer di Selat Hormuz Jika Iran Tolak Kesepakatan

Kamis, 16 April 2026 - 11:30 WIB

MORA Group Catat Respons Positif Pasar Malaysia pada MATTA Fair 2026

Jumat, 10 April 2026 - 23:46 WIB

Kecam Serangan di Lebanon, Menhan Pakistan Sebut Israel Kutukan bagi Kemanusiaan

Selasa, 7 April 2026 - 14:15 WIB

Indonesia Desak PBB Lakukan Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian

Sabtu, 7 Maret 2026 - 17:38 WIB

Konflik Timur Tengah Memanas, AS Pantau Sinyal Dukungan China untuk Iran

Berita Terbaru