WONOSOBO – Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Menurut WHO, sekitar 17,9 juta orang meninggal setiap tahun akibat penyakit kardiovaskular.
Di Indonesia, data Riskesdas 2018 mencatat prevalensi penyakit jantung mencapai 1,5 persen dari total populasi, dan tren ini terus meningkat, bahkan pada usia produktif.
Padahal, menjaga kesehatan jantung bisa dimulai sejak usia muda melalui kebiasaan sederhana sehari-hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
1. Jaga Pola Makan : Kurangi Gula, Garam, dan Lemak Jenuh
Pola makan tinggi lemak jenuh, gula, dan garam merupakan faktor risiko utama penyakit jantung. Menurut rekomendasi Kementerian Kesehatan RI, konsumsi garam sebaiknya tidak lebih dari 5 gram per hari, gula maksimal 50 gram, dan lemak sekitar 67 gram per hari.
Makanan yang baik untuk kesehatan jantung diantaranya adalah sayuran hijau (bayam, brokoli, kale), ikan berlemak (salmon, tuna), kacang-kacangan dan biji-bijian, oat dan gandum utuh, minyak zaitun dan buah tinggi antioksidan (alpukat, beri).
2. Rutin Olahraga, Minimal 150 Menit per Minggu
Aktivitas fisik dapat meningkatkan fungsi jantung dan memperbaiki metabolisme tubuh. WHO merekomendasikan setidaknya 150 menit olahraga intensitas sedang setiap minggu, atau 30 menit sehari selama 5 hari.
Jenis olahraga yang disarankan untuk kesehatan jantung adalah jalan cepat, bersepeda, berenang dan yoga dan latihan aerobik ringan.
Olahraga teratur juga terbukti dapat menurunkan tekanan darah, kolesterol jahat (LDL), serta risiko obesitas yang menjadi semua faktor risiko penyakit jantung.
3. Hindari Merokok dan Alkohol
Merokok merusak pembuluh darah dan mempercepat penumpukan plak di arteri. Risiko penyakit jantung pada perokok aktif meningkat hingga 2-4 kali lipat dibandingkan non-perokok.
Alkohol berlebihan juga berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi dan gangguan irama jantung. Meski sebagian klaim menyebutkan konsumsi moderat bisa bermanfaat, namun risiko jangka panjang tetap harus diperhitungkan, terutama di usia muda.
4. Kelola Stres dan Cukup Tidur
Stres kronis bisa memicu tekanan darah tinggi dan peradangan yang memperburuk kesehatan jantung. Teknik seperti meditasi, pernapasan dalam, olahraga ringan, dan menjaga hubungan sosial yang sehat dapat membantu mengurangi stres.
Tidur cukup juga penting. Studi dari Harvard T.H. Chan School of Public Health menunjukkan bahwa orang yang tidur kurang dari 6 jam per malam memiliki risiko penyakit jantung 20 persen lebih tinggi dibandingkan yang tidur cukup (7–9 jam).
5. Periksakan Kesehatan Secara Berkala
Meskipun tidak memiliki gejala, skrining kesehatan jantung penting dilakukan secara berkala, terutama jika memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung.
Pemeriksaan yang disarankan meliputi tekanan darah, kolesterol total dan LDL/HDL, gula darah puasa, indeks massa tubuh (BMI) dan elektrokardiogram (EKG) jika diperlukan.
Ahli kardiologi dari Universitas Indonesia, dr. Vito Damay, Sp.JP, menyatakan bahwa edukasi tentang gaya hidup sehat jantung seharusnya dimulai sejak remaja.
“Justru di usia muda kita membentuk fondasi kesehatan jantung. Kalau baru mulai peduli saat usia 40-an, itu sudah agak terlambat,” kata dr. Vito dalam seminar daring Hari Jantung Sedunia.
Menjaga kesehatan jantung sejak usia muda tidak memerlukan langkah besar. Justru, perubahan kecil yang konsiste seperti mengatur pola makan, rutin bergerak, menghindari rokok, dan tidur cukup dapat memberi dampak besar dalam jangka panjang.
































Tinggalkan Balasan