Menteri Purbaya Siapkan Tambahan Subsidi Energi Nasional Rp100 Triliun

- Penulis

Minggu, 5 April 2026 - 23:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, DiengPost.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah akan segera menggelontorkan tambahan subsidi energi nasional sebesar Rp90 triliun hingga Rp100 triliun. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap melonjaknya harga minyak dunia akibat konflik bersenjata di Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung saat beliau ditemui di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, pada Rabu (1/4/2026). Selain itu, krisis energi global yang dipicu ketegangan Amerika Serikat-Israel dan Iran menjadi alasan utama penguatan bantalan fiskal ini.

Oleh karena itu, fokus tambahan subsidi energi nasional tersebut akan dialokasikan khusus untuk komoditas LPG 3 kilogram serta solar. Maka dari itu, pemerintah memisahkan anggaran ini dari skema kompensasi BBM penugasan seperti Pertalite yang memiliki mekanisme berbeda.

Sebab, subsidi merupakan bantuan langsung pada harga jual, sedangkan kompensasi adalah pembayaran selisih harga kepada badan usaha milik negara. Namun, Menteri Purbaya tetap optimis bahwa kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap akan terjaga dengan sangat baik.

“Ini sudah kami hitung semua. Nanti meski dengan rata-rata harga minyak seratus dolar pun kita sudah kunci defisitnya,” ujar Purbaya.

Baca Juga:  Insiden Selat Hormuz, Vita Ervina Desak Perlindungan PMI di Zona Perang

Ketahanan Fiskal dan Skenario Ekonomi di Tengah Gejolak Dunia

Pemerintah menjamin defisit anggaran tetap terkendali di bawah angka tiga persen meskipun beban tambahan subsidi energi nasional cukup besar. Selanjutnya, pengelolaan belanja negara akan terus dilakukan secara berkesinambungan guna meredam gejolak perekonomian dunia yang semakin tidak menentu.

Maka, masyarakat tidak perlu merasa khawatir terhadap potensi pelebaran defisit yang mungkin terjadi akibat melemahnya nilai tukar rupiah. Oleh sebab itu, kementerian terkait telah menyiapkan berbagai skenario mulai dari kondisi moderat hingga pesimistis untuk menghadapi fluktuasi pasar.

Editor : A. Nandar

Sumber Berita: ANTARA

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN
Kado Budaya ke 18 Soroti Tantangan Kebudayaan dan Krisis Lingkungan
Kasad Sebut Lulusan Seskoad Angkatan Darat Harus Siap Hadapi Tantangan Masa Depan
Perkuat Sinergi Informasi TNI AD, Dispenad Gelar Silaturahmi Hangat Bersama Awak Media Massa
Viral Kesalahan Juri, MPR Minta Maaf Atas Insiden Penilaian LCC Empat Pilar 2026 Kalbar
Kemendikdasmen Beri Kepastian Nasib Guru Non-ASN hingga 2026
Cegah Pola Berulang Kasus Pencabulan Santriwati Pati, Satgas Khusus Pesantren Mendesak Dibentuk
Kasus Pencabulan Santriwati Pati: Polresta Pati Periksa Pengasuh Ponpes yang Jadi Tersangka

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:23 WIB

Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN

Senin, 22 Juni 2026 - 07:09 WIB

Kado Budaya ke 18 Soroti Tantangan Kebudayaan dan Krisis Lingkungan

Minggu, 14 Juni 2026 - 06:57 WIB

Kasad Sebut Lulusan Seskoad Angkatan Darat Harus Siap Hadapi Tantangan Masa Depan

Minggu, 31 Mei 2026 - 18:32 WIB

Perkuat Sinergi Informasi TNI AD, Dispenad Gelar Silaturahmi Hangat Bersama Awak Media Massa

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:37 WIB

Viral Kesalahan Juri, MPR Minta Maaf Atas Insiden Penilaian LCC Empat Pilar 2026 Kalbar

Berita Terbaru

Sudaryono saat dilantik sebagai Kepala BGN di Istana Negara Jakarta.

Nasional

Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN

Rabu, 22 Jul 2026 - 21:23 WIB