JAKARTA, DiengPost.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah akan segera menggelontorkan tambahan subsidi energi nasional sebesar Rp90 triliun hingga Rp100 triliun. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap melonjaknya harga minyak dunia akibat konflik bersenjata di Timur Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung saat beliau ditemui di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, pada Rabu (1/4/2026). Selain itu, krisis energi global yang dipicu ketegangan Amerika Serikat-Israel dan Iran menjadi alasan utama penguatan bantalan fiskal ini.
Oleh karena itu, fokus tambahan subsidi energi nasional tersebut akan dialokasikan khusus untuk komoditas LPG 3 kilogram serta solar. Maka dari itu, pemerintah memisahkan anggaran ini dari skema kompensasi BBM penugasan seperti Pertalite yang memiliki mekanisme berbeda.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebab, subsidi merupakan bantuan langsung pada harga jual, sedangkan kompensasi adalah pembayaran selisih harga kepada badan usaha milik negara. Namun, Menteri Purbaya tetap optimis bahwa kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap akan terjaga dengan sangat baik.
“Ini sudah kami hitung semua. Nanti meski dengan rata-rata harga minyak seratus dolar pun kita sudah kunci defisitnya,” ujar Purbaya.
Ketahanan Fiskal dan Skenario Ekonomi di Tengah Gejolak Dunia
Pemerintah menjamin defisit anggaran tetap terkendali di bawah angka tiga persen meskipun beban tambahan subsidi energi nasional cukup besar. Selanjutnya, pengelolaan belanja negara akan terus dilakukan secara berkesinambungan guna meredam gejolak perekonomian dunia yang semakin tidak menentu.
Maka, masyarakat tidak perlu merasa khawatir terhadap potensi pelebaran defisit yang mungkin terjadi akibat melemahnya nilai tukar rupiah. Oleh sebab itu, kementerian terkait telah menyiapkan berbagai skenario mulai dari kondisi moderat hingga pesimistis untuk menghadapi fluktuasi pasar.
Editor : A. Nandar
Sumber Berita: ANTARA
Halaman : 1 2 Selanjutnya
















Tinggalkan Balasan