PURWOREJO – Di tengah gempuran budaya modern, kesenian Kencrengan masih bertahan di Purworejo. Kesenian Islami ini menjadi bukti bahwa tradisi lokal berlandaskan nilai religius tetap dapat hidup di masyarakat yang terus berubah.
Kencrengan, atau kerap disebut Kencreng Jedor, merupakan kesenian bernuansa Islam yang berkembang di berbagai wilayah Purworejo, terutama di pedesaan dengan tradisi Islam Nusantara yang kuat.
Kencrengan biasanya hadir dalam peringatan Maulid Nabi, pengajian Rajab, tahlilan, puputan bayi, hingga acara kematian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut data Komunitas Pecinta Kencreng (KPK), tercatat lebih dari 100 grup Kencrengan aktif di Purworejo. Komunitas ini didirikan pada 20 Juni 2013 oleh sekelompok tokoh muda untuk menyatukan dan melestarikan seni tradisi tersebut.
Ketua KPK, Bagus Purnomo dari Bayem, Kutoarjo mengatakan, bahwa Kencrengan menjadi identitas budaya yang merepresentasikan Islam Nusantara.
“Kencrengan itu bagian dari budaya Islam Nusantara. Kami ingin terus melestarikan kesenian ini sebagai identitas budaya Purworejo,” ujarnya kepada media.
Penulis : A.L. Khakim
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya
































Tinggalkan Balasan