Bagus menegaskan bahwa Kencrengan berbeda dengan rebana, meski keduanya mirip secara tampilan.
“Kencrengan punya bunyi dan fungsi tersendiri. Pemainnya lebih sedikit dan alatnya sederhana, biasanya digunakan untuk mengiringi sholawat Al-Barzanji, bukan Simtudduror,” katanya.
Selain fungsi hiburan, Kencrengan memiliki peran sosial dan spiritual yang kuat di masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Anggota KPK asal Pituruh, Achmad Luthfi Khakimbmenuturkan, bahwa kegiatan antargrup Kencrengan membangun ruang silaturahmi dan edukasi.
“Kami bisa saling belajar tabuhan khas tiap daerah. Ini juga jadi cara positif agar pemuda tidak terjerumus pada hal-hal negatif,” ungkapnya.
Dalam satu grup, Kencrengan dimainkan oleh empat hingga lima orang. Alat musik utamanya berupa tiga hingga empat kencreng dan satu bedug yang terbuat dari kayu bundar dengan kulit sapi atau kambing.
Penulis : A.L. Khakim
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya
































Tinggalkan Balasan