Bahkan, jika harga minyak mentah Indonesia mencapai angka 115 dolar per barel, pemerintah tetap memiliki ruang fiskal yang cukup. Jadi, prioritas utama saat ini adalah memastikan keterjangkauan harga energi bagi seluruh lapisan masyarakat di pelosok tanah air.
Sebab, ketersediaan energi yang murah menjadi motor penggerak utama bagi pertumbuhan ekonomi nasional di masa transisi yang sulit. Oleh karena itu, koordinasi lintas lembaga terus diperkuat guna memantau pergerakan asumsi makro secara harian di kementerian keuangan.
Jadi, total anggaran untuk ketahanan energi nasional kini diperkirakan dapat mencapai angka Rp381,3 triliun jika digabung dengan kompensasi. Akhirnya, penguatan tambahan subsidi energi nasional diharapkan mampu menjaga daya beli warga dari hantaman inflasi global yang sangat tinggi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan demikian, komitmen pemerintah dalam membentengi ekonomi rakyat dari krisis luar negeri tetap menjadi visi utama kepemimpinan saat ini. Maka, seluruh rencana penambahan anggaran ini akan segera dieksekusi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
Editor : A. Nandar
Sumber Berita: ANTARA
Halaman : 1 2
















Tinggalkan Balasan