AS Rilis Jutaan Dokumen Kasus Epstein, Jaksa Bantah Lindungi Presiden Trump

- Penulis

Sabtu, 7 Februari 2026 - 11:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi kekerasan pada anak.

i

Gambar ilustrasi kekerasan pada anak.

WASHINGTON, DiengPost.com — Pemerintah Amerika Serikat merilis jutaan dokumen terkait kasus pelanggaran seksual yang melibatkan Jeffrey Epstein.

Wakil Jaksa Agung AS, Todd Blanche, menegaskan bahwa proses rilis dokumen dilakukan sesuai Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein dan tidak bertujuan melindungi siapa pun, termasuk Presiden Donald Trump.

“Kami mematuhi peraturan perundang-undangan, kami mematuhi Undang-Undang tersebut, dan kami tidak melindungi Presiden Trump, kami tidak melindungi siapa pun,” ujar Blanche dalam konferensi pers di Washington, Jumat (30/1/2026).

Pernyataan itu disampaikan Blanche untuk menjawab keraguan publik terkait transparansi proses hukum dalam kasus Epstein.

Ia menyebut, publik memang memiliki ‘rasa lapar dan haus’ akan informasi, namun menekankan bahwa proses hukum harus tetap mengacu pada aturan yang berlaku.

Sebelumnya, Blanche mengumumkan rilis tiga juta halaman dokumen, termasuk lebih dari 2.000 video dan 180.000 gambar yang berkaitan dengan kasus Epstein.

Baca Juga:  Di Davos, Trump Desak Akuisisi Greenland dan Kritik NATO

Jeffrey Epstein didakwa pada 2019 atas tuduhan perdagangan seks anak di bawah umur dan konspirasi kejahatan seksual. Ia dituduh melakukan pelecehan terhadap puluhan gadis remaja di bawah umur antara tahun 2002 hingga 2005 di kediamannya di New York dan Florida. Beberapa korban bahkan disebut masih berusia 14 tahun saat kejadian.

Editor : A. Nandar

Sumber Berita: ANTARA

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

MORA Group Catat Respons Positif Pasar Malaysia pada MATTA Fair 2026
Kecam Serangan di Lebanon, Menhan Pakistan Sebut Israel Kutukan bagi Kemanusiaan
Indonesia Desak PBB Lakukan Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian
Konflik Timur Tengah Memanas, AS Pantau Sinyal Dukungan China untuk Iran
Khamenei Syahid, Iran Umumkan 40 Hari Berkabung dan Balas Serangan AS-Israel
AS Peringatkan Iran Soal Latihan Militer di Selat Hormuz
Di Davos, Trump Desak Akuisisi Greenland dan Kritik NATO
Delegasi Parlemen AS Kunjungi Kopenhagen, Bahas Ketegangan Diplomatik soal Greenland

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 11:30 WIB

MORA Group Catat Respons Positif Pasar Malaysia pada MATTA Fair 2026

Jumat, 10 April 2026 - 23:46 WIB

Kecam Serangan di Lebanon, Menhan Pakistan Sebut Israel Kutukan bagi Kemanusiaan

Sabtu, 7 Maret 2026 - 17:38 WIB

Konflik Timur Tengah Memanas, AS Pantau Sinyal Dukungan China untuk Iran

Minggu, 1 Maret 2026 - 22:57 WIB

Khamenei Syahid, Iran Umumkan 40 Hari Berkabung dan Balas Serangan AS-Israel

Sabtu, 7 Februari 2026 - 11:27 WIB

AS Rilis Jutaan Dokumen Kasus Epstein, Jaksa Bantah Lindungi Presiden Trump

Berita Terbaru