13 Sep 2026
instagram youtube tiktok linkedin pinterest

13 Sep 2026

Kado Budaya ke 18 Soroti Tantangan Kebudayaan dan Krisis Lingkungan

- Penulis

Senin, 22 Juni 2026 - 07:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

gelaran Kado Budaya 18 yang diselenggarakan PMII Wonosobo bersama Teater Banyu di Aula Al A'la Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Wonosobo, Jumat-Sabtu (19-20/6/2026).

i

gelaran Kado Budaya 18 yang diselenggarakan PMII Wonosobo bersama Teater Banyu di Aula Al A'la Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Wonosobo, Jumat-Sabtu (19-20/6/2026).

‎Pementasan tersebut menjadi refleksi atas berbagai persoalan ekologis yang saat ini terjadi di banyak wilayah, termasuk kawasan pegunungan yang rentan terhadap kerusakan lingkungan. Ketika hutan terus berkurang dan ruang hidup menyempit, bukan hanya makhluk penghuni hutan yang kehilangan rumah, tetapi juga keseimbangan alam yang selama ini menopang kehidupan manusia.

‎Melalui lakon ‘DEMIT’, Teater Banyu mengajak penonton mempertanyakan kembali hubungan manusia dengan alam. Pertunjukan itu sekaligus menjadi kritik terhadap praktik eksploitasi sumber daya yang kerap mengabaikan keberlanjutan lingkungan demi kepentingan ekonomi jangka pendek.

Baca Juga:  Komisi Informasi Jateng Apresiasi Wonosobo atas Peningkatan Keterbukaan Informasi Publik 2025

‎Pesan tersebut dinilai relevan dengan kondisi saat ini ketika berbagai daerah menghadapi ancaman krisis lingkungan, mulai dari alih fungsi lahan, berkurangnya kawasan hutan, hingga meningkatnya risiko bencana ekologis. Di tengah situasi tersebut, seni dipandang memiliki peran penting sebagai medium penyadaran publik yang mampu menyampaikan kritik secara reflektif dan humanis.

Baca Juga:  Menghilang 2 Minggu, Kakek Asal Kalibawang Ditemukan Meninggal Dunia di Kebun Jahe Kaliwiro

‎Melalui Kado Budaya 18, Teater Banyu berharap kebudayaan tidak hanya dipahami sebagai warisan masa lalu yang harus dilestarikan, tetapi juga sebagai kekuatan sosial yang mampu merespons tantangan zaman.

Sebab, di tengah perubahan yang semakin cepat, keberlangsungan budaya tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menjaga tradisi, melainkan juga keberanian menghadirkan gagasan baru yang berpihak pada kemanusiaan dan kelestarian lingkungan.

Editor : A. Nandar

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031, Ini Profil dan Jejak Perjuangannya di Nahdlatul Ulama
JATMAN Gelar Istighatsah dan Manaqib Kubro Sambut Muktamar NU ke-35
Katib Syuriyah PBNU Ajak Peserta Muktamar Jombang Jaga Kemandirian Organisasi
Cari Solusi Baru, Presiden Prabowo Dorong Terobosan Penanganan Karhutla
KPK OTT Rektor Unsoed Terkait Dugaan Pemerasan Penerimaan Mahasiswa FK
Pejabat Kampus Terjaring OTT ke-19, Rektor Unsoed Dibawa KPK
Presiden Prabowo Subianto Tinjau Lokasi Kebakaran Hutan di Kubu Raya Kalimantan
Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031, Ini Profil dan Jejak Perjuangannya di Nahdlatul Ulama

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:55 WIB

JATMAN Gelar Istighatsah dan Manaqib Kubro Sambut Muktamar NU ke-35

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:37 WIB

Cari Solusi Baru, Presiden Prabowo Dorong Terobosan Penanganan Karhutla

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:53 WIB

KPK OTT Rektor Unsoed Terkait Dugaan Pemerasan Penerimaan Mahasiswa FK

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:12 WIB

Pejabat Kampus Terjaring OTT ke-19, Rektor Unsoed Dibawa KPK

Berita Terbaru