Mengurai Sampah di Wonosobo : Saatnya Beralih dari Masalah ke Momentum

- Penulis

Rabu, 26 November 2025 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dian Sasono Jati
adalah Pegawai dan Mahasiswa pasca sarjana aktif di Universitas Jendral Soedirman, dengan
pengalaman dalam mengikuti berbagai kegiatan akademik dan organisasi kampus. Terlibat dalam
proyek penelitian, tugas kelompok, dan presentasi yang meningkatkan kemampuan analisis dan
komunikasi.

i

Dian Sasono Jati adalah Pegawai dan Mahasiswa pasca sarjana aktif di Universitas Jendral Soedirman, dengan pengalaman dalam mengikuti berbagai kegiatan akademik dan organisasi kampus. Terlibat dalam proyek penelitian, tugas kelompok, dan presentasi yang meningkatkan kemampuan analisis dan komunikasi.

Sampah Menumpuk di Negeri Sejuk

Kabupaten Wonosobo dikenal karena pesona alamnya, kabut yang turun di lereng Dieng, udara dingin yang memeluk pagi, dan hamparan kebun teh yang menenangkan mata. Namun di balik keindahan itu, tersembunyi ancaman yang semakin nyata gunungan sampah yang terus meninggi.

Data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wonosobo menunjukkan bahwa volume sampah mencapai lebih dari 100 ton per hari, dengan tren meningkat setiap tahunnya. Dari jumlah itu, sebagian besar masih berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wonorejo, yang kini sudah mendekati kapasitas maksimum.

Dalam kondisi hujan lebat, longsoran timbunan sampah pernah terjadi, menciptakan risiko pencemaran air dan udara bagi warga sekitar. Masalah sampah di Wonosobo bukan lagi sekadar isu teknis tentang kebersihan. Ia telah menjelma menjadi masalah sosial, ekonomi, dan tata kelola lingkungan.

Ironisnya, berbagai program sudah berjalan dari bank sampah, TPS-3R, Pusat Daur Ulang (PDU), hingga proyek percontohan Refuse Derived Fuel (RDF) tetapi hasilnya belum optimal.

Baca Juga:  Tusukan Maut RUU KUHAP : Negara Merampas Napas Keadilan Rakyat

Mengapa program penanganan sampah
belum efektif? Jika ditelusuri lebih dalam, ada beberapa penyebab mengapa berbagai intervensi itu belum membawa perubahan signifikan:

1. Koordinasi antar lembaga belum kuat

Pengelolaan sampah masih terpusat pada DLH, sementara peran kecamatan, desa, dan sektor swasta belum optimal. Tidak ada mekanisme koordinasi yang rutin antar-OPD, padahal isu sampah menyangkut aspek perencanaan, infrastruktur, hingga pendidikan masyarakat.

Editor : A. Nandar

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Menjaga Telaga Menjer, Menjaga Masa Depan
Tusukan Maut RUU KUHAP : Negara Merampas Napas Keadilan Rakyat

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 07:53 WIB

Menjaga Telaga Menjer, Menjaga Masa Depan

Rabu, 26 November 2025 - 19:09 WIB

Mengurai Sampah di Wonosobo : Saatnya Beralih dari Masalah ke Momentum

Kamis, 20 November 2025 - 22:41 WIB

Tusukan Maut RUU KUHAP : Negara Merampas Napas Keadilan Rakyat

Berita Terbaru