Mengurai Sampah di Wonosobo : Saatnya Beralih dari Masalah ke Momentum

- Penulis

Rabu, 26 November 2025 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dian Sasono Jati
adalah Pegawai dan Mahasiswa pasca sarjana aktif di Universitas Jendral Soedirman, dengan
pengalaman dalam mengikuti berbagai kegiatan akademik dan organisasi kampus. Terlibat dalam
proyek penelitian, tugas kelompok, dan presentasi yang meningkatkan kemampuan analisis dan
komunikasi.

i

Dian Sasono Jati adalah Pegawai dan Mahasiswa pasca sarjana aktif di Universitas Jendral Soedirman, dengan pengalaman dalam mengikuti berbagai kegiatan akademik dan organisasi kampus. Terlibat dalam proyek penelitian, tugas kelompok, dan presentasi yang meningkatkan kemampuan analisis dan komunikasi.

5. Kemitraan dengan sektor informal dan swasta.

Pemulung, pengepul, dan pelaku UMKM daur ulang sering kali menjadi garda terdepan pengurangan sampah, tetapi kurang mendapat dukungan. Dengan regulasi dan insentif yang tepat, mereka bisa menjadi mitra pemerintah dalam rantai ekonomi sirkular.
Momentum perubahan dari sampah ke sumber daya.

Wonosobo sebenarnya memiliki modal sosial yang kuat. Nilai gotong royong dan partisipasi masyarakat masih hidup di banyak desa. Ini adalah kekuatan besar untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang berbasis komunitas.

Jika program seperti bank sampah, TPS-3R, dan RDF bisa disinergikan dalam satu sistem terpadu dengan dukungan regulasi dan data yang jelas maka Wonosobo tidak hanya bisa mengatasi masalah sampah, tapi juga menciptakan nilai ekonomi baru.

Sampah organik bisa diolah menjadi kompos untuk mendukung pertanian organik lokal. Sampah anorganik bisa menjadi bahan bakar RDF atau produk daur ulang kreatif. Dan yang paling penting, masyarakat menjadi subjek aktif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Baca Juga:  Tusukan Maut RUU KUHAP : Negara Merampas Napas Keadilan Rakyat

Dari masalah ke momentum. Krisis sampah di Wonosobo memang nyata, tetapi ia juga membuka peluang besar. Di tengah keterbatasan, muncul ruang untuk inovasi, kolaborasi, dan transformasi.

Yang dibutuhkan kini bukan sekadar proyek baru, tetapi komitmen jangka panjang, sinergi lintas sektor, dan kepemimpinan yang visioner. “Sampah bukan musuh, ia hanya kehilangan nilai karena kita salah memperlakukannya.”

Editor : A. Nandar

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Menjaga Telaga Menjer, Menjaga Masa Depan
Tusukan Maut RUU KUHAP : Negara Merampas Napas Keadilan Rakyat

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 07:53 WIB

Menjaga Telaga Menjer, Menjaga Masa Depan

Rabu, 26 November 2025 - 19:09 WIB

Mengurai Sampah di Wonosobo : Saatnya Beralih dari Masalah ke Momentum

Kamis, 20 November 2025 - 22:41 WIB

Tusukan Maut RUU KUHAP : Negara Merampas Napas Keadilan Rakyat

Berita Terbaru