Namun, pembersihan masih berlanjut di Dusun Karangsari, Desa Pasuruhan, di mana satu rumah tertimpa tebing, serta di Dusun Sayangan dan Mergowati, Desa Wonoroto, dan Desa Welahan. Pemerintah kecamatan bersama perangkat desa masih melakukan pendataan dan asesmen dampak longsor.
Menurut Subuh Oni Wiyono, upaya awal difokuskan pada pembukaan jalur utama yang terputus akibat tanah longsor Watumalang Wonosobo.
“Untuk rumah warga yang terdampak, akan kami data ulang bersama perangkat desa besok pagi,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pembersihan jalan dilakukan mulai pukul 16.45 hingga 18.30 WIB dengan melibatkan BPBD Wonosobo, TNI-Polri, relawan, dan warga. Relawan bencana Watumalang, Bangun Setiadi, menuturkan bahwa kontur tanah di wilayah tersebut sangat rentan bergerak.
“Kondisi tanah di Watumalang labil. Begitu diguyur hujan deras selama beberapa jam, tebing langsung ambrol dan menutup jalan,” katanya.
Meskipun beberapa jalur sudah dibuka kembali, pemerintah kecamatan meminta warga di kawasan perbukitan agar tetap waspada terhadap potensi tanah longsor Watumalang Wonosobo susulan. Curah hujan di daerah pegunungan Wonosobo masih tinggi dan berisiko memicu pergerakan tanah.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
































Tinggalkan Balasan