PKK Desa Karangsalam Ubah Sampah Jadi Tabungan, Warga Rasakan Manfaat Ekonomi dan Lingkungan

- Penulis

Jumat, 14 November 2025 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Desa Karangsalam, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara membawa sampah rumah tangga ke bank sampah di desa setempat untuk diolah.

i

Warga Desa Karangsalam, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara membawa sampah rumah tangga ke bank sampah di desa setempat untuk diolah.

BANJARNEGARA – Kesadaran lingkungan yang tumbuh sejak delapan tahun lalu kini membuahkan hasil nyata di Desa Karangsalam, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara. Melalui inisiatif Tim Penggerak PKK desa, warga diajak memilah dan mengolah sampah rumah tangga menjadi sumber manfaat ekonomi dan kebersihan lingkungan.

Dilangsir dari dinkominfo.banjarnegarakab.go.id, Sekretaris PKK Desa Karangsalam, Elina, mengungkapkan bahwa gerakan ini bermula pada tahun 2017, saat kondisi lingkungan desa dipenuhi sampah yang berserakan. Dari situ, muncul ide untuk mengelola sampah secara mandiri.

Baca Juga:  Diduga Jadi Korban Bullying, Siswa SD di Wonosobo Meninggal Dunia

“Mulainya tahun 2017 lalu dengan adanya begitu banyaknya sampah di desa kami yang berserakan. Sejak saat itu, mulai muncul ide untuk mengolah sampah-sampah di desa kami,” ujar Elina saat ditemui di Karangsalam, Rabu (12/11/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gerakan ini dimulai dari rumah tangga, dengan mengedukasi ibu-ibu untuk memilah sampah menjadi dua jenis, yaitu organik dan non-organik. Sampah organik kemudian diolah menjadi kompos yang dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman di pekarangan warga. Sementara itu, sampah non-organik disetorkan ke bank sampah yang tersebar di empat RW di desa tersebut.

Baca Juga:  Laskar Santri Nusantara Serukan Etika Bahasa Publik, Pemerintah Diminta Gunakan Diksi yang Beradab

“Kalau yang organik ini dijadikan kompos. Sedangkan yang non-organik disetorkan ke bank sampah karena masih ada nilai jualnya,” jelas Elina.

Bank sampah yang tersebar di RW 1 hingga RW 4 memudahkan warga untuk menyetor sampah tanpa harus menempuh jarak jauh. Hasil penjualan sampah non-organik dicatat oleh pengurus dan ditabung hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Penulis : Adi

Editor : A. Nandar

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Viral Kesalahan Juri, MPR Minta Maaf Atas Insiden Penilaian LCC Empat Pilar 2026 Kalbar
Kemendikdasmen Beri Kepastian Nasib Guru Non-ASN hingga 2026
Cegah Pola Berulang Kasus Pencabulan Santriwati Pati, Satgas Khusus Pesantren Mendesak Dibentuk
Kasus Pencabulan Santriwati Pati: Polresta Pati Periksa Pengasuh Ponpes yang Jadi Tersangka
KRI Bima Suci Tiba di Singapura: Kapal Latih TNI AL Perkuat Diplomasi Maritim
Fakta Baru Kekerasan Daycare Yogyakarta: Pengasuh Sebut Ada Perintah Atasan
Kasus Kekerasan Daycare Yogyakarta: Polisi Tetapkan 13 Tersangka Termasuk Pengelola
Update Kasus Penganiayaan Anak di Banda Aceh: Enam Saksi Beri Keterangan

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:37 WIB

Viral Kesalahan Juri, MPR Minta Maaf Atas Insiden Penilaian LCC Empat Pilar 2026 Kalbar

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:51 WIB

Kemendikdasmen Beri Kepastian Nasib Guru Non-ASN hingga 2026

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:16 WIB

Cegah Pola Berulang Kasus Pencabulan Santriwati Pati, Satgas Khusus Pesantren Mendesak Dibentuk

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:23 WIB

Kasus Pencabulan Santriwati Pati: Polresta Pati Periksa Pengasuh Ponpes yang Jadi Tersangka

Kamis, 30 April 2026 - 10:43 WIB

Fakta Baru Kekerasan Daycare Yogyakarta: Pengasuh Sebut Ada Perintah Atasan

Berita Terbaru