3 Nov 2026
instagram youtube tiktok linkedin pinterest

3 Nov 2026

PKK Desa Karangsalam Ubah Sampah Jadi Tabungan, Warga Rasakan Manfaat Ekonomi dan Lingkungan

- Penulis

Jumat, 14 November 2025 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Desa Karangsalam, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara membawa sampah rumah tangga ke bank sampah di desa setempat untuk diolah.

i

Warga Desa Karangsalam, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara membawa sampah rumah tangga ke bank sampah di desa setempat untuk diolah.

BANJARNEGARA – Kesadaran lingkungan yang tumbuh sejak delapan tahun lalu kini membuahkan hasil nyata di Desa Karangsalam, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara. Melalui inisiatif Tim Penggerak PKK desa, warga diajak memilah dan mengolah sampah rumah tangga menjadi sumber manfaat ekonomi dan kebersihan lingkungan.

Dilangsir dari dinkominfo.banjarnegarakab.go.id, Sekretaris PKK Desa Karangsalam, Elina, mengungkapkan bahwa gerakan ini bermula pada tahun 2017, saat kondisi lingkungan desa dipenuhi sampah yang berserakan. Dari situ, muncul ide untuk mengelola sampah secara mandiri.

Baca Juga:  Diduga Jadi Korban Bullying, Siswa SD di Wonosobo Meninggal Dunia

“Mulainya tahun 2017 lalu dengan adanya begitu banyaknya sampah di desa kami yang berserakan. Sejak saat itu, mulai muncul ide untuk mengolah sampah-sampah di desa kami,” ujar Elina saat ditemui di Karangsalam, Rabu (12/11/2025).

Gerakan ini dimulai dari rumah tangga, dengan mengedukasi ibu-ibu untuk memilah sampah menjadi dua jenis, yaitu organik dan non-organik. Sampah organik kemudian diolah menjadi kompos yang dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman di pekarangan warga. Sementara itu, sampah non-organik disetorkan ke bank sampah yang tersebar di empat RW di desa tersebut.

Baca Juga:  Laskar Santri Nusantara Serukan Etika Bahasa Publik, Pemerintah Diminta Gunakan Diksi yang Beradab

“Kalau yang organik ini dijadikan kompos. Sedangkan yang non-organik disetorkan ke bank sampah karena masih ada nilai jualnya,” jelas Elina.

Bank sampah yang tersebar di RW 1 hingga RW 4 memudahkan warga untuk menyetor sampah tanpa harus menempuh jarak jauh. Hasil penjualan sampah non-organik dicatat oleh pengurus dan ditabung hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Penulis : Adi

Editor : A. Nandar

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Bareskrim Polri Tetapkan 245 Tersangka Perorangan dan 20 Korporasi Kasus Karhutla
Bareskrim Polri Ungkap Gudang Impor Ilegal Pakaian Bekas di Subang, Sita 1.257 Bal Senilai Rp15 Miliar
Cari Layanan Imigrasi di Luar Kantor Kini Lebih Mudah, Seluruhnya Bernama Beranda Imigrasi
Tata Kelola Pupuk Bersubsidi Makin Mudah, Petani Sambut Positif Penurunan Harga
KPK Duga Korupsi Dana Siap Pakai BNPB Terjadi Sejak 2022
PNBP Imigrasi Tembus Rp 8,68 Triliun, Lampaui Target 2026
Penanganan Karhutla, Pemerintah Fokus Padamkan 639 Hektare Lahan
Warga Lampung Selatan Hilang Saat Memancing di Kolam Bekas Galian Pasir, Ditemukan Meninggal Dunia

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 23:59 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan 245 Tersangka Perorangan dan 20 Korporasi Kasus Karhutla

Senin, 2 November 2026 - 23:56 WIB

Bareskrim Polri Ungkap Gudang Impor Ilegal Pakaian Bekas di Subang, Sita 1.257 Bal Senilai Rp15 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Cari Layanan Imigrasi di Luar Kantor Kini Lebih Mudah, Seluruhnya Bernama Beranda Imigrasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Tata Kelola Pupuk Bersubsidi Makin Mudah, Petani Sambut Positif Penurunan Harga

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:39 WIB

PNBP Imigrasi Tembus Rp 8,68 Triliun, Lampaui Target 2026

Berita Terbaru