14 Sep 2026
instagram youtube tiktok linkedin pinterest

14 Sep 2026

Laskar Santri Nusantara Serukan Etika Bahasa Publik, Pemerintah Diminta Gunakan Diksi yang Beradab

- Penulis

Sabtu, 1 November 2025 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Dewan Koordinasi Nasional Laskar Santri Nusantara, Didik Setiawan.

i

Ketua Umum Dewan Koordinasi Nasional Laskar Santri Nusantara, Didik Setiawan.

JAKARTA – Laskar Santri Nusantara menyerukan pentingnya etika bahasa publik dalam komunikasi resmi pemerintah dan pemberitaan media. Organisasi ini menilai sejumlah diksi dan tema kegiatan yang digunakan dalam wacana publik belum sepenuhnya mencerminkan adab, empati, dan sensitivitas sosial.

Ketua Umum Dewan Koordinasi Nasional Laskar Santri Nusantara, Didik Setiawan mengatakan, bahwa penggunaan istilah seperti ‘pemuda miskin ekstrem’, ‘kelompok rentan tertinggal’ atau narasi tentang ‘pesantren tradisional yang perlu
dimodernisasi’ berpotensi menimbulkan stigma dan melukai perasaan masyarakat.

Baca Juga:  Strategi Fiskal 2025 Ditetapkan, Pemerintah Fokus Efisiensi Anggaran dan Pertumbuhan Ekonomi

“Bahasa adalah cermin keadaban bangsa. Kami para santri dan pemuda tidak menolak kritik, tetapi menginginkan setiap kebijakan dan komunikasi publik disampaikan dengan adab, bukan penghakiman,” ujar Didik, Sabtu (01/11/2025).

Menurut Didik, bahasa publik menggambarkan sejauh mana moralitas dan empati hadir dalam penyusunan kebijakan. Dalam tradisi pesantren, tutur kata tidak hanya sekadar alat komunikasi, melainkan representasi akhlak dan kecerdasan sosial. Oleh karena itu, ia menilai penting bagi setiap pejabat publik, juru bicara pemerintah, maupun perencana kebijakan untuk menyampaikan pesan dengan empati.

Baca Juga:  Tanah Longsor di Majenang Cilacap : Dua Tewas, 21 Warga Masih Hilang

“Setiap kata yang diucapkan pejabat publik memiliki dampak sosial dan psikologis. Pemerintah bertanggung jawab memastikan narasi publik disampaikan dengan penghormatan terhadap martabat manusia,” tegasnya.

Laskar Santri Nusantara juga menyoroti kecenderungan pelabelan negatif terhadap pemuda dan pesantren dalam sejumlah program pemerintah. Menurut organisasi tersebut, pemuda seharusnya dipandang sebagai agen perubahan, bukan kelompok ‘miskin ekstrem’.

Penulis : Adi

Editor : A. Nandar

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Purbaya Yudhi Sadewa Mendadak Dicopot, Prabowo Tunjuk Suahasil Nazara Jadi Menkeu
Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031, Ini Profil dan Jejak Perjuangannya di Nahdlatul Ulama
JATMAN Gelar Istighatsah dan Manaqib Kubro Sambut Muktamar NU ke-35
Katib Syuriyah PBNU Ajak Peserta Muktamar Jombang Jaga Kemandirian Organisasi
Cari Solusi Baru, Presiden Prabowo Dorong Terobosan Penanganan Karhutla
KPK OTT Rektor Unsoed Terkait Dugaan Pemerasan Penerimaan Mahasiswa FK
Pejabat Kampus Terjaring OTT ke-19, Rektor Unsoed Dibawa KPK
Presiden Prabowo Subianto Tinjau Lokasi Kebakaran Hutan di Kubu Raya Kalimantan

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 16:34 WIB

Purbaya Yudhi Sadewa Mendadak Dicopot, Prabowo Tunjuk Suahasil Nazara Jadi Menkeu

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031, Ini Profil dan Jejak Perjuangannya di Nahdlatul Ulama

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Katib Syuriyah PBNU Ajak Peserta Muktamar Jombang Jaga Kemandirian Organisasi

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:37 WIB

Cari Solusi Baru, Presiden Prabowo Dorong Terobosan Penanganan Karhutla

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:53 WIB

KPK OTT Rektor Unsoed Terkait Dugaan Pemerasan Penerimaan Mahasiswa FK

Berita Terbaru