PALEMBANG, DiengPost.com – Kepala Negara secara tegas mendorong jajaran pemerintah menciptakan terobosan penanganan karhutla. Langkah ini mencakup pengembangan bahan pemadam alternatif.
Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung rapat pemadaman tersebut. Agenda ini bertempat di Posko Utama Satgas Karhutla Sumatra Selatan, Palembang.
Presiden menekankan agar sisa lahan terbakar seluas 1.900 hektare segera dipadamkan. Pihaknya meminta jajaran mengevaluasi kendala lapangan demi percepatan penanganan.
“Kalau begitu saya tekankan, usahakan yang sekarang ini 1.900 hektare ini bisa segera dipadamkan. Apa saja nanti kendala yang kalian hadapi di lapangan, Anda evaluasi dan kalau perlu tambahan bantuan dari atas, ya kita akan usahakan segera mungkin,” kata Presiden Prabowo.
Guna mempercepat proses, Presiden meminta BNPB dan BRIN mengkaji opsi bahan kimia. Langkah terobosan penanganan karhutla ini diharapkan memudahkan tim pemadam di lapangan.
“Seperti alat pemadam kebakaran, ya yang kita bayangkan, itu kan yang keluar kan zat kimia. Benar nggak? Ya, coba dicek ya. Mungkin BRIN, coba dicek BRIN ya. BRIN apakah bisa produksi atau kita sourcing. Kan dijual untuk alat-alat ya, isinya. Kita mau isinya, cari sourcing dari mana sehingga mungkin lebih efektif untuk tim-tim yang terjun, dia sudah bawa tabung-tabung itu. Mungkin lebih cepat,” ujar Presiden.
Inovasi Pemadam Berbahan Baku Ubi
Pada kesempatan itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaporkan temuan baru. Pihaknya mengenalkan bahan pemadam berbahan dasar tepung ubi atau singkong.
Penulis : A. Nandar
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 Selanjutnya
















Tinggalkan Balasan