Selain menyasar siswa, program ini juga menekankan keterlibatan aktif guru dan orang tua. Menurut Afif, komunikasi yang baik antara sekolah dan keluarga menjadi kunci untuk membangun perlindungan anak sejak dini.
“Guru dan orang tua adalah garda terdepan dalam menjaga anak agar tidak menjadi korban atau pelaku kekerasan,” tegasnya.
Pemkab Wonosobo memastikan program Sekolah Ramah Anak tidak hanya berhenti di tingkat SD dan MI. Kegiatan serupa akan dilaksanakan rutin setiap bulan serta diperluas ke jenjang SMP, SMA, dan lembaga pendidikan nonformal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Langkah ini menjadi awal dari gerakan berkelanjutan agar setiap anak di Wonosobo tumbuh dalam suasana belajar yang positif,” kata Afif.
Melalui program ini, pemerintah daerah menegaskan komitmennya terhadap pendidikan inklusif dan berkeadilan. Tujuannya bukan hanya menekan angka bullying, tetapi juga menumbuhkan karakter peduli dan empatik di kalangan pelajar.
“Sekolah ramah anak adalah komitmen bersama untuk melindungi generasi muda agar tumbuh bahagia dan bermartabat,” tutup Bupati Afif.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















Tinggalkan Balasan