JAKARTA, DiengPost.com — Siapa sangka di balik sosok komika dan penulis best-seller, Raditya Dika menyimpan kedisiplinan tinggi dalam hal perencanaan keuangan. Dalam siniar bersama triliuner muda dan edukator finansial Timothy Ronald, Kamis (8/1/2026), Radit membagikan kisah awal mula dirinya belajar investasi sejak usia 21 tahun.
“Kalau gue nggak invest, gue rugi. Jadi pegangannya itu dulu,” ujar Radit.
Ia mengaku mulai menyusun dana pensiun bahkan sebelum merilis buku pertamanya, karena menyadari ketidakpastian penghasilan sebagai seniman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Radit menjelaskan bahwa kesadaran finansialnya lahir dari rasa takut akan masa depan. Ia pun mulai mempelajari cara kerja uang dan pentingnya investasi jangka panjang. Meski tak menyebut nominal, Radit mengaku memilih kelas aset berisiko tinggi dan terus menyiapkan dana pensiunnya hingga kini.
Menanggapi pertanyaan Timothy soal pendekatan investasi, Radit menjawab bahwa ia menggabungkan berbagai strategi.
“Ada yang top value, ada juga reksa dana indeks. Full seratus persen equity Indonesia. Tapi beberapa tahun belakangan gue mulai diversifikasi ke luar negeri,” ungkapnya.
Selain investasi, Radit juga menekankan pentingnya meningkatkan savings rate dan menghindari jebakan hedonic treadmill. Baginya, pekerjaan adalah sumber kekayaan, sementara investasi adalah alat mencapai tujuan keuangan.
Penulis : A. Nandar
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 Selanjutnya
































Tinggalkan Balasan