2 Nov 2026
instagram youtube tiktok linkedin pinterest

2 Nov 2026

Dua Pengedar Obat Keras Ditangkap di Jalur Selomerto–Balekambang, Polisi Sita Ribuan Pil

- Penulis

Jumat, 14 November 2025 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jajaran Polres Wonosobo berhasil menangkap dua pengedar obat keras di Jalan Raya Selomerto–Balekambang, Wonosobo.

i

Jajaran Polres Wonosobo berhasil menangkap dua pengedar obat keras di Jalan Raya Selomerto–Balekambang, Wonosobo.

‎WONOSOBO – Dua orang pengedar obat keras ditangkap Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Wonosobo dalam operasi di Jalan Raya Selomerto–Balekambang, Rabu (5/11/2025). Dari tangan keduanya, polisi menyita ribuan butir pil berbagai jenis yang diduga siap edar.

‎Kepala Satresnarkoba Polres Wonosobo, AKP Teguh Sukosso, mengatakan kedua tersangka berinisial JP (28), warga Banyumas, dan RAJ (27), warga Wonosobo.

“Keduanya berstatus sebagai pengedar sekaligus pengguna. Bahkan tersangka JP diketahui pernah menjalani hukuman atas kasus psikotropika pada tahun 2022 di Lapas Purwokerto,” ungkapnya.

Baca Juga:  Dukung Kemandirian Ojol Wonosobo, Polres Luncurkan Ojol Mart dan Ojol Auto

‎Penangkapan bermula dari laporan warga terkait maraknya peredaran obat keras di wilayah Kabupaten Wonosobo. Berdasarkan informasi tersebut, polisi melakukan penyelidikan hingga akhirnya menghentikan dua pria yang mencurigakan di jalur Selomerto–Balekambang.

‎Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan ribuan butir pil berlogo Y, 950 butir pil berlogo SF, ratusan butir Tramadol, serta puluhan butir Alprazolam dan Atarax Alprazolam. Polisi juga menyita satu unit telepon genggam, satu unit sepeda motor, dan berbagai wadah kemasan obat.

Baca Juga:  Diduga Cekcok dengan Istri, Pria di Wonosobo Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumah Kost

‎“Terhadap kedua tersangka, penyidik menerapkan Pasal 62 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, serta Pasal 435 dan 436 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara,” jelas AKP Teguh.

Penulis : Hamdan

Editor : A. Nandar

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Cari Layanan Imigrasi di Luar Kantor Kini Lebih Mudah, Seluruhnya Bernama Beranda Imigrasi
Tata Kelola Pupuk Bersubsidi Makin Mudah, Petani Sambut Positif Penurunan Harga
KPK Duga Korupsi Dana Siap Pakai BNPB Terjadi Sejak 2022
PNBP Imigrasi Tembus Rp 8,68 Triliun, Lampaui Target 2026
Penanganan Karhutla, Pemerintah Fokus Padamkan 639 Hektare Lahan
Warga Lampung Selatan Hilang Saat Memancing di Kolam Bekas Galian Pasir, Ditemukan Meninggal Dunia
Purbaya Yudhi Sadewa Mendadak Dicopot, Prabowo Tunjuk Suahasil Nazara Jadi Menkeu
Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031, Ini Profil dan Jejak Perjuangannya di Nahdlatul Ulama

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Cari Layanan Imigrasi di Luar Kantor Kini Lebih Mudah, Seluruhnya Bernama Beranda Imigrasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Tata Kelola Pupuk Bersubsidi Makin Mudah, Petani Sambut Positif Penurunan Harga

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:04 WIB

KPK Duga Korupsi Dana Siap Pakai BNPB Terjadi Sejak 2022

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:39 WIB

PNBP Imigrasi Tembus Rp 8,68 Triliun, Lampaui Target 2026

Jumat, 25 September 2026 - 21:47 WIB

Warga Lampung Selatan Hilang Saat Memancing di Kolam Bekas Galian Pasir, Ditemukan Meninggal Dunia

Berita Terbaru

Nasional

KPK Duga Korupsi Dana Siap Pakai BNPB Terjadi Sejak 2022

Kamis, 15 Okt 2026 - 10:04 WIB

Nasional

PNBP Imigrasi Tembus Rp 8,68 Triliun, Lampaui Target 2026

Rabu, 14 Okt 2026 - 17:39 WIB