Menjaga Telaga Menjer, Menjaga Masa Depan

- Penulis

Jumat, 23 Januari 2026 - 07:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Azis Subekti, Anggota DPR RI Komisi II, Dapil Jawa Tengah VI

i

Azis Subekti, Anggota DPR RI Komisi II, Dapil Jawa Tengah VI

Oleh : Azis Subekti, Anggota DPR RI Komisi II, Dapil Jawa Tengah VI

Menjaga Air, Menjaga Nurani: Catatan dari Telaga Menjer

Ada lanskap yang tak pernah meminta apa-apa selain dijaga, Telaga Menjer adalah salah satunya. Di lingkar pegunungan Dieng, Telaga ini selama puluhan tahun bekerja sunyi, yaitu menahan air hujan, menenangkan aliran, dan memberi kehidupan bagi warga di sekitarnya. Namun hari-hari ini, ketenangan itu retak, bukan oleh alam, melainkan oleh keputusan manusia.

Gambar-gambar yang viral dari Desa Maron, Garung, Wonosobo, Jawa Tengah bukan sekadar soal pemandangan yang berubah. Ia adalah penanda arah. Bangunan-bangunan komersial tumbuh di kawasan tangkapan air, wilayah yang semestinya dilindungi, tetapi menggerus sempadan, memotong infiltrasi, dan mempercepat sedimentasi. Air yang dahulu jernih kini mudah keruh selepas hujan, lereng yang dulu menyerap kini mengalirkan lumpur.

Kecurigaan warga tentang pembiaran tak lahir dari prasangka, melainkan dari pengalaman. Ketika garis larangan menjadi ruang tawar, ketika izin tak jelas namun bangunan tetap berdiri, kepercayaan publik pun terkikis. Padahal tata ruang adalah janji antargenerasi. ia memastikan pembangunan hari ini tidak menagih bencana esok hari.

Baca Juga:  Tusukan Maut RUU KUHAP : Negara Merampas Napas Keadilan Rakyat

Kita perlu jujur pada diri sendiri. Pariwisata yang dikejar cepat tanpa prasyarat ekologis hanya memindahkan biaya ke masa depan. Telaga vulkanik seperti Menjer memiliki daya dukung terbatas.

Sekali fungsi hidrologisnya rusak, ongkos pemulihan jauh melampaui pemasukan jangka pendek. Yang terancam bukan hanya ekosistem, tetapi keselamatan warga. Mulai banjir bandang di hilir, longsor lereng, dan penurunan kualitas air yang kembali ke dapur keluarga.

Karena itu, seruan warga agar pemerintah daerah segera melakukan audit lingkungan patut disambut sebagai ajakan menata ulang arah, bukan ditafsirkan sebagai penolakan terhadap usaha.

Editor : A. Nandar

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Mengurai Sampah di Wonosobo : Saatnya Beralih dari Masalah ke Momentum
Tusukan Maut RUU KUHAP : Negara Merampas Napas Keadilan Rakyat

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 07:53 WIB

Menjaga Telaga Menjer, Menjaga Masa Depan

Rabu, 26 November 2025 - 19:09 WIB

Mengurai Sampah di Wonosobo : Saatnya Beralih dari Masalah ke Momentum

Kamis, 20 November 2025 - 22:41 WIB

Tusukan Maut RUU KUHAP : Negara Merampas Napas Keadilan Rakyat

Berita Terbaru