14 Sep 2026
instagram youtube tiktok linkedin pinterest

14 Sep 2026

Presiden Prabowo Targetkan 1.000 Desa Nelayan Terintegrasi Beroperasi pada 2026

- Penulis

Minggu, 15 Februari 2026 - 22:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

i

Presiden Prabowo dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

JAKARTA, DiengPost.com — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor kelautan nasional melalui pembangunan desa-desa nelayan secara terintegrasi. Pada 2026, pemerintah menargetkan 1.000 desa nelayan beroperasi, sebagai bagian dari target jangka panjang membangun 5.000 desa nelayan hingga 2029.

Hal ini disampaikan Presiden Prabowo dalam pidatonya pada forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

“Selama Republik Indonesia berdiri, nelayan-nelayan kita belum pernah dapat perhatian. Mereka kesulitan mendapatkan es, solar, bahkan akses ke pasar. Ini yang akan kita ubah,” tegas Presiden.

Baca Juga:  Awali 2026, Presiden Prabowo Beri Penugasan Khusus untuk Kabinet Merah Putih

Setiap desa nelayan akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti pabrik es, cold storage, dermaga, kapal, dan kendaraan operasional. Program ini dirancang dalam skema koperasi, bukan bantuan cuma-cuma.

“Semua ini bukan hand out. Kita organisasi dalam koperasi. Pengeluaran mereka akan dibayar kembali ke bank dan pemerintah,” jelasnya.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Tangani Bencana Sumatra Tanpa Status Nasional

Presiden juga memastikan bahwa nelayan akan mendapatkan kelonggaran dalam pengembalian investasi, dengan tenor hingga 12 tahun. Menurutnya, skema ini adil karena pelaku usaha besar pun kerap mendapat fasilitas serupa.

Selain itu, pemerintah juga mempercepat pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai penggerak ekonomi desa. Ratusan koperasi ditargetkan mulai beroperasi dalam waktu dekat, dengan total hampir 30.000 koperasi dan gudang dalam tahap pembentukan.

Editor : A. Nandar

Sumber Berita: Kementerian Sekretariat Negara RI

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031, Ini Profil dan Jejak Perjuangannya di Nahdlatul Ulama
JATMAN Gelar Istighatsah dan Manaqib Kubro Sambut Muktamar NU ke-35
Katib Syuriyah PBNU Ajak Peserta Muktamar Jombang Jaga Kemandirian Organisasi
Cari Solusi Baru, Presiden Prabowo Dorong Terobosan Penanganan Karhutla
KPK OTT Rektor Unsoed Terkait Dugaan Pemerasan Penerimaan Mahasiswa FK
Pejabat Kampus Terjaring OTT ke-19, Rektor Unsoed Dibawa KPK
Presiden Prabowo Subianto Tinjau Lokasi Kebakaran Hutan di Kubu Raya Kalimantan
Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031, Ini Profil dan Jejak Perjuangannya di Nahdlatul Ulama

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:55 WIB

JATMAN Gelar Istighatsah dan Manaqib Kubro Sambut Muktamar NU ke-35

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:37 WIB

Cari Solusi Baru, Presiden Prabowo Dorong Terobosan Penanganan Karhutla

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:53 WIB

KPK OTT Rektor Unsoed Terkait Dugaan Pemerasan Penerimaan Mahasiswa FK

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:12 WIB

Pejabat Kampus Terjaring OTT ke-19, Rektor Unsoed Dibawa KPK

Berita Terbaru