Bahaya Konsumsi Gula Berlebih: Dampaknya bagi Anak-Anak dan Orang Dewasa

- Penulis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WONOSOBO – Konsumsi gula berlebih menjadi salah satu tantangan besar dalam pola makan masyarakat modern. Baik pada anak-anak maupun orang dewasa, asupan gula yang melebihi batas harian dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan fisik dan mental.

Laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa batas aman konsumsi gula tambahan adalah tidak lebih dari 10% dari total kebutuhan energi harian, atau sekitar 25 gram (6 sendok teh) per hari untuk orang dewasa. Sayangnya, rata-rata konsumsi masyarakat Indonesia telah melampaui ambang tersebut.

Dampak Konsumsi Gula Berlebih pada Anak-Anak

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Obesitas Anak

Menurut Riskesdas 2018, prevalensi obesitas pada anak usia 5–12 tahun di Indonesia mencapai 18,8%. Salah satu penyebab utama adalah tingginya konsumsi makanan dan minuman manis, seperti permen, kue, dan minuman bersoda.

2. Gangguan Konsentrasi dan Perilaku

Studi dari American Journal of Psychiatry menunjukkan bahwa lonjakan kadar gula dalam darah dapat menyebabkan anak menjadi hiperaktif, mudah marah, dan sulit berkonsentrasi di sekolah.

3. Risiko Diabetes Tipe 2 Dini

Baca Juga:  Tetap Waras di Era Digital : 6 Cara Ampuh Jaga Kesehatan Mental dari Stres Media Sosial

Dulu diabetes tipe 2 umumnya ditemukan pada orang dewasa. Kini, anak-anak juga mulai mengalaminya karena pola makan tinggi gula dan rendah aktivitas fisik.

4. Kerusakan Gigi

Konsumsi makanan manis tanpa kebiasaan menyikat gigi yang baik mempercepat kerusakan enamel dan meningkatkan risiko gigi berlubang.

Dampak Konsumsi Gula Berlebih pada Orang Dewasa

1. Peningkatan Risiko Penyakit Jantung

Gula berlebih dalam jangka panjang dapat meningkatkan kadar trigliserida dan tekanan darah, dua faktor risiko utama penyakit jantung.

2. Diabetes dan Resistensi Insulin

Tingginya asupan gula menyebabkan pankreas bekerja ekstra untuk memproduksi insulin. Dalam jangka panjang, ini bisa memicu resistensi insulin dan akhirnya diabetes tipe 2.

3. Kelebihan Berat Badan dan Obesitas

Minuman tinggi gula seperti soda dan teh manis tidak memberikan rasa kenyang, namun menambah kalori secara signifikan. Ini memperbesar peluang obesitas.

4. Penuaan Dini

Tingginya kadar gula darah dapat merusak kolagen dan elastin, dua protein penting untuk kesehatan kulit, sehingga mempercepat proses penuaan.

5. Masalah Mood dan Kesehatan Mental

Beberapa studi mengaitkan konsumsi gula berlebih dengan peningkatan risiko depresi dan gangguan kecemasan, terutama jika disertai pola makan tidak seimbang.

Baca Juga:  Satpol PP Damkar Purworejo Amankan 935 Bungkus Rokok Ilegal dalam Operasi Gabungan

Mengapa Gula Sulit Dihindari?

Banyak produk olahan mengandung gula tersembunyi, termasuk dalam saus, roti, yogurt, dan sereal. Bahkan produk yang tampak “sehat” sekalipun bisa mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi.

Label seperti ‘fruktosa’, ‘sirup jagung tinggi fruktosa’, ‘maltosa’, dan ‘sukrosa’ adalah nama lain dari gula yang sering tidak disadari konsumen.

Cara Mengurangi Konsumsi Gula Berlebih

Periksa label gizi sebelum membeli makanan kemasan.

1. Kurangi minuman manis, ganti dengan air putih atau infused water.

2. Perbanyak konsumsi buah segar, bukan jus dalam kemasan.

3. Batasi camilan manis dan pilih kudapan tinggi serat atau protein.

4. Edukasi anak sejak dini tentang makanan sehat dan risiko gula.

Membatasi konsumsi gula bukan hanya tanggung jawab individu, tapi juga perlu dukungan keluarga, sekolah, industri makanan, hingga kebijakan pemerintah. Kesadaran akan bahaya konsumsi gula berlebih harus dimulai sejak dini agar anak-anak tumbuh sehat dan orang dewasa terhindar dari risiko penyakit kronis.

Editor : A. Nandar

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN
Kado Budaya ke 18 Soroti Tantangan Kebudayaan dan Krisis Lingkungan
Kasad Sebut Lulusan Seskoad Angkatan Darat Harus Siap Hadapi Tantangan Masa Depan
Perkuat Sinergi Informasi TNI AD, Dispenad Gelar Silaturahmi Hangat Bersama Awak Media Massa
Viral Kesalahan Juri, MPR Minta Maaf Atas Insiden Penilaian LCC Empat Pilar 2026 Kalbar
Kemendikdasmen Beri Kepastian Nasib Guru Non-ASN hingga 2026
Cegah Pola Berulang Kasus Pencabulan Santriwati Pati, Satgas Khusus Pesantren Mendesak Dibentuk
Kasus Pencabulan Santriwati Pati: Polresta Pati Periksa Pengasuh Ponpes yang Jadi Tersangka

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:23 WIB

Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN

Senin, 22 Juni 2026 - 07:09 WIB

Kado Budaya ke 18 Soroti Tantangan Kebudayaan dan Krisis Lingkungan

Minggu, 14 Juni 2026 - 06:57 WIB

Kasad Sebut Lulusan Seskoad Angkatan Darat Harus Siap Hadapi Tantangan Masa Depan

Minggu, 31 Mei 2026 - 18:32 WIB

Perkuat Sinergi Informasi TNI AD, Dispenad Gelar Silaturahmi Hangat Bersama Awak Media Massa

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:37 WIB

Viral Kesalahan Juri, MPR Minta Maaf Atas Insiden Penilaian LCC Empat Pilar 2026 Kalbar

Berita Terbaru

Sudaryono saat dilantik sebagai Kepala BGN di Istana Negara Jakarta.

Nasional

Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN

Rabu, 22 Jul 2026 - 21:23 WIB