12 Sep 2026
instagram youtube tiktok linkedin pinterest

12 Sep 2026

Bahaya Konsumsi Gula Berlebih: Dampaknya bagi Anak-Anak dan Orang Dewasa

- Penulis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WONOSOBO – Konsumsi gula berlebih menjadi salah satu tantangan besar dalam pola makan masyarakat modern. Baik pada anak-anak maupun orang dewasa, asupan gula yang melebihi batas harian dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan fisik dan mental.

Laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa batas aman konsumsi gula tambahan adalah tidak lebih dari 10% dari total kebutuhan energi harian, atau sekitar 25 gram (6 sendok teh) per hari untuk orang dewasa. Sayangnya, rata-rata konsumsi masyarakat Indonesia telah melampaui ambang tersebut.

Dampak Konsumsi Gula Berlebih pada Anak-Anak

1. Obesitas Anak

Menurut Riskesdas 2018, prevalensi obesitas pada anak usia 5–12 tahun di Indonesia mencapai 18,8%. Salah satu penyebab utama adalah tingginya konsumsi makanan dan minuman manis, seperti permen, kue, dan minuman bersoda.

2. Gangguan Konsentrasi dan Perilaku

Studi dari American Journal of Psychiatry menunjukkan bahwa lonjakan kadar gula dalam darah dapat menyebabkan anak menjadi hiperaktif, mudah marah, dan sulit berkonsentrasi di sekolah.

3. Risiko Diabetes Tipe 2 Dini

Dulu diabetes tipe 2 umumnya ditemukan pada orang dewasa. Kini, anak-anak juga mulai mengalaminya karena pola makan tinggi gula dan rendah aktivitas fisik.

Baca Juga:  Tetap Waras di Era Digital : 6 Cara Ampuh Jaga Kesehatan Mental dari Stres Media Sosial

4. Kerusakan Gigi

Konsumsi makanan manis tanpa kebiasaan menyikat gigi yang baik mempercepat kerusakan enamel dan meningkatkan risiko gigi berlubang.

Dampak Konsumsi Gula Berlebih pada Orang Dewasa

1. Peningkatan Risiko Penyakit Jantung

Gula berlebih dalam jangka panjang dapat meningkatkan kadar trigliserida dan tekanan darah, dua faktor risiko utama penyakit jantung.

2. Diabetes dan Resistensi Insulin

Tingginya asupan gula menyebabkan pankreas bekerja ekstra untuk memproduksi insulin. Dalam jangka panjang, ini bisa memicu resistensi insulin dan akhirnya diabetes tipe 2.

3. Kelebihan Berat Badan dan Obesitas

Minuman tinggi gula seperti soda dan teh manis tidak memberikan rasa kenyang, namun menambah kalori secara signifikan. Ini memperbesar peluang obesitas.

4. Penuaan Dini

Tingginya kadar gula darah dapat merusak kolagen dan elastin, dua protein penting untuk kesehatan kulit, sehingga mempercepat proses penuaan.

5. Masalah Mood dan Kesehatan Mental

Beberapa studi mengaitkan konsumsi gula berlebih dengan peningkatan risiko depresi dan gangguan kecemasan, terutama jika disertai pola makan tidak seimbang.

Baca Juga:  Satpol PP Damkar Purworejo Amankan 935 Bungkus Rokok Ilegal dalam Operasi Gabungan

Mengapa Gula Sulit Dihindari?

Banyak produk olahan mengandung gula tersembunyi, termasuk dalam saus, roti, yogurt, dan sereal. Bahkan produk yang tampak “sehat” sekalipun bisa mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi.

Label seperti ‘fruktosa’, ‘sirup jagung tinggi fruktosa’, ‘maltosa’, dan ‘sukrosa’ adalah nama lain dari gula yang sering tidak disadari konsumen.

Cara Mengurangi Konsumsi Gula Berlebih

Periksa label gizi sebelum membeli makanan kemasan.

1. Kurangi minuman manis, ganti dengan air putih atau infused water.

2. Perbanyak konsumsi buah segar, bukan jus dalam kemasan.

3. Batasi camilan manis dan pilih kudapan tinggi serat atau protein.

4. Edukasi anak sejak dini tentang makanan sehat dan risiko gula.

Membatasi konsumsi gula bukan hanya tanggung jawab individu, tapi juga perlu dukungan keluarga, sekolah, industri makanan, hingga kebijakan pemerintah. Kesadaran akan bahaya konsumsi gula berlebih harus dimulai sejak dini agar anak-anak tumbuh sehat dan orang dewasa terhindar dari risiko penyakit kronis.

Editor : A. Nandar

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031, Ini Profil dan Jejak Perjuangannya di Nahdlatul Ulama
JATMAN Gelar Istighatsah dan Manaqib Kubro Sambut Muktamar NU ke-35
Katib Syuriyah PBNU Ajak Peserta Muktamar Jombang Jaga Kemandirian Organisasi
Cari Solusi Baru, Presiden Prabowo Dorong Terobosan Penanganan Karhutla
KPK OTT Rektor Unsoed Terkait Dugaan Pemerasan Penerimaan Mahasiswa FK
Pejabat Kampus Terjaring OTT ke-19, Rektor Unsoed Dibawa KPK
Presiden Prabowo Subianto Tinjau Lokasi Kebakaran Hutan di Kubu Raya Kalimantan
Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031, Ini Profil dan Jejak Perjuangannya di Nahdlatul Ulama

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:55 WIB

JATMAN Gelar Istighatsah dan Manaqib Kubro Sambut Muktamar NU ke-35

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:37 WIB

Cari Solusi Baru, Presiden Prabowo Dorong Terobosan Penanganan Karhutla

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:53 WIB

KPK OTT Rektor Unsoed Terkait Dugaan Pemerasan Penerimaan Mahasiswa FK

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:12 WIB

Pejabat Kampus Terjaring OTT ke-19, Rektor Unsoed Dibawa KPK

Berita Terbaru