WONOSOBO – Kecelakaan truk muatan plastik 6 ton terjadi di jalur Parakan-Kertek, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat (18/6/2025) sekitar pukul 12.30 WIB. Insiden diduga dipicu oleh rem blong sehingga truk kehilangan kendali dan menabrak truk lain hingga terguling.
Kasubsi Penmas Sie Humas Polres Wonosobo, Aipda Nanang DP Wibowo, membenarkan kecelakaan truk muatan plastik 6 ton tersebut. Menurutnya, kecelakaan ini tidak menimbulkan korban jiwa atau luka, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp 5 juta.
“Kecelakaan tergolong ringan. Tidak ada korban luka maupun meninggal. Kedua kendaraan mengalami kerusakan dan sudah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Nanang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kronologi kecelakaan truk muatan plastik 6 ton ini bermula ketika truk dengan nomor polisi AD 8246 AB yang dikemudikan Mouses Gideon Lado, warga Grogol, Sukoharjo, melaju dari arah Parakan menuju Wonosobo.
Saat melintasi jalur menurun di Parakan-Kertek, truk tersebut diduga mengalami rem blong sehingga gagal mengurangi kecepatan dan menabrak truk di depannya, AA-1943-BP, yang dikemudikan Suyono, warga Karangluhur, Kecamatan Kertek.
Berdasarkan ketetangan saksi di lokasi, Yulianto (36) dan Febri Lian Riatmojo (29), menjelaskan bahwa truk muatan plastik 6 ton tersebut berusaha mengerem namun tidak berhasil menurunkan kecepatan sebelum menabrak truk lain.
“Benturannya cukup keras hingga truk terguling, tapi syukurlah tidak sampai menimbulkan korban,” ungkapnya.
Petugas kepolisian segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan kedua kendaraan untuk pemeriksaan. Hasil pemeriksaan awal mengindikasikan adanya gangguan pada sistem pengereman truk muatan plastik 6 ton tersebut.
Kasus kecelakaan truk muatan plastik 6 ton akibat rem blong ini masih dalam penyelidikan Polres Wonosobo. Jalur Parakan-Kertek yang memiliki kontur menurun panjang menjadi tantangan tersendiri bagi kendaraan bermuatan berat, terutama dalam menjaga sistem rem agar selalu optimal.
Aipda Nanang mengimbau agar pengemudi truk dan angkutan barang lainnya rutin memeriksa kondisi kendaraan, khususnya sistem pengereman, sebelum melewati jalur menurun seperti Parakan-Kertek.
“Pemeriksaan rutin sebelum perjalanan sangat penting untuk mencegah kecelakaan serupa,” ujarnya.
Kecelakaan truk muatan plastik 6 ton ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kondisi kendaraan untuk keselamatan di jalan, terutama di jalur yang rawan seperti Parakan-Kertek.
Editor : A. Nandar
































Tinggalkan Balasan