5 Nov 2026
instagram youtube tiktok linkedin pinterest

5 Nov 2026

Cuaca Panas Ekstrem di Indonesia Masih Berlanjut Hingga November, Ini Penjelasan BMKG

- Penulis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 07:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi cuaca panas yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia. (Istimewa)

i

Ilustrasi cuaca panas yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia. (Istimewa)

JAKARTA – Cuaca panas ekstrem di Indonesia dengan suhu maksimum mencapai 37,6°C melanda sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan kombinasi antara gerak semu matahari dan pengaruh Monsun Australia yang menyebabkan udara kering serta cuaca terasa lebih panas dari biasanya.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto mengatakan, bahwa penyebab utama cuaca panas ekstrem di Indonesia disebabkan oleh posisi gerak semu matahari yang pada Oktober berada di selatan ekuator.

Selain itu, penguatan angin timuran atau Monsun Australia membawa massa udara kering dan hangat sehingga pembentukan awan berkurang, sementara radiasi matahari langsung mencapai permukaan bumi.

“Posisi ini membuat wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan, seperti Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Papua, menerima penyinaran matahari lebih intens. Akibatnya, cuaca panas ekstrem di Indonesia semakin terasa di berbagai wilayah,” kata Guswanto.

Baca Juga:  Pohon Akasia Tumbang Timpa Mobil di Sruweng, Arus Lalu Lintas Kebumen Sempat Macet

Cuaca panas ekstrem di Indonesia juga tercatat dalam data pengamatan BMKG yang menunjukkan suhu maksimum luas di atas 35°C di hampir seluruh wilayah.

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani menyebutkan, bahwa daerah yang paling terdampak meliputi sebagian besar Nusa Tenggara, Jawa bagian barat hingga timur, Kalimantan bagian barat dan tengah, Sulawesi selatan dan tenggara, serta beberapa bagian Papua.

Pada 12 Oktober 2025, suhu tertinggi mencapai 36,8°C di Kapuas Hulu (Kalimantan Barat), Kupang (NTT), dan Majalengka (Jawa Barat). Sehari kemudian, suhu sedikit menurun menjadi 36,6°C di Sabu Barat (NTT), namun kembali meningkat pada 14 Oktober dengan rentang 34–37°C di berbagai wilayah Indonesia.

“Wilayah Majalengka di Jawa Barat dan Boven Digoel di Papua menjadi daerah dengan rekor suhu tertinggi hingga 37,6°C,” ujar Andri.

Ia menambahkan, konsistensi suhu tinggi di banyak daerah menunjukkan cuaca panas yang persisten, didukung oleh dominasi massa udara kering dan minimnya tutupan awan.

Baca Juga:  Penerimaan Negara Turun Akibat Rokok Ilegal, Diskominfo Wonosobo Gencarkan Sosialisasi Cukai

BMKG memprakirakan cuaca panas ekstrem di Indonesia masih akan berlanjut hingga akhir Oktober atau awal November 2025. Meskipun begitu, hujan lokal tetap berpotensi terjadi pada sore hingga malam hari akibat aktivitas konvektif, terutama di wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Papua.

Ia mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan, mengonsumsi cukup air, dan menghindari paparan langsung sinar matahari dalam waktu lama, khususnya pada siang hari.

“Tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca mendadak seperti hujan disertai petir dan angin kencang pada sore atau malam hari,” tambahnya.

BMKG juga mengimbau masyarakat agar memantau informasi cuaca terkini serta peringatan dini melalui situs resmi bmkg.go.id, akun media sosial BMKG, atau aplikasi Info BMKG guna mengantisipasi dampak cuaca panas ekstrem di Indonesia terhadap aktivitas harian.

Editor : A. Nandar

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Bareskrim Polri Tetapkan 245 Tersangka Perorangan dan 20 Korporasi Kasus Karhutla
Bareskrim Polri Ungkap Gudang Impor Ilegal Pakaian Bekas di Subang, Sita 1.257 Bal Senilai Rp15 Miliar
Cari Layanan Imigrasi di Luar Kantor Kini Lebih Mudah, Seluruhnya Bernama Beranda Imigrasi
Tata Kelola Pupuk Bersubsidi Makin Mudah, Petani Sambut Positif Penurunan Harga
KPK Duga Korupsi Dana Siap Pakai BNPB Terjadi Sejak 2022
PNBP Imigrasi Tembus Rp 8,68 Triliun, Lampaui Target 2026
Penanganan Karhutla, Pemerintah Fokus Padamkan 639 Hektare Lahan
Warga Lampung Selatan Hilang Saat Memancing di Kolam Bekas Galian Pasir, Ditemukan Meninggal Dunia

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 23:59 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan 245 Tersangka Perorangan dan 20 Korporasi Kasus Karhutla

Senin, 2 November 2026 - 23:56 WIB

Bareskrim Polri Ungkap Gudang Impor Ilegal Pakaian Bekas di Subang, Sita 1.257 Bal Senilai Rp15 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Cari Layanan Imigrasi di Luar Kantor Kini Lebih Mudah, Seluruhnya Bernama Beranda Imigrasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Tata Kelola Pupuk Bersubsidi Makin Mudah, Petani Sambut Positif Penurunan Harga

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:39 WIB

PNBP Imigrasi Tembus Rp 8,68 Triliun, Lampaui Target 2026

Berita Terbaru