Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo memastikan pemerintah telah menyiapkan 15 daycare rujukan yang aman bagi para korban. Langkah ini bertujuan agar anak-anak terdampak tetap mendapatkan pengasuhan yang layak hingga akhir semester ini.
“Kami juga memberikan pendampingan psikologis karena anak-anak mengalami trauma yang sangat dalam,” tutur Hasto. Beliau mengungkapkan adanya dugaan doktrin atau pencucian otak yang melarang anak-anak melapor kepada orang tua mereka.
Trauma Mendalam bagi Keluarga Korban
Salah satu orang tua korban bernama Norman membagikan kesaksian memilukan mengenai kondisi buah hatinya pasca-insiden tersebut. Trauma nyata bahkan menghantui kakak korban yang menceritakan adiknya mengalami ketakutan hebat saat melihat anggota keluarga sedang beribadah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penanganan kasus kekerasan daycare Yogyakarta ini mendapatkan pengawalan ketat dari Menteri PPPA Arifah Fauzi dan jajaran Kejari Yogyakarta. Kehadiran para tokoh nasional tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk menuntaskan kasus ini hingga ke meja hijau.
Pemerintah Kota Yogyakarta berharap penanganan hukum yang tegas dapat memperbaiki sistem pengasuhan anak secara menyeluruh. Predikat Kota Layak Anak (KLA) harus selaras dengan jaminan keamanan fisik dan mental bagi setiap anak tanpa terkecuali.
Oleh karena itu, pengawasan terhadap izin operasional daycare akan semakin diperketat guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. Masyarakat pun diminta lebih selektif dan kritis dalam memilih lembaga pengasuhan anak demi masa depan generasi muda.
Editor : A. Nandar
Sumber Berita: Humas Polresta Yogyakarta
Halaman : 1 2
















Tinggalkan Balasan