12 Sep 2026
instagram youtube tiktok linkedin pinterest

12 Sep 2026

Prediksi PWNU Aceh: Penetapan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Hari Sabtu

- Penulis

Selasa, 17 Maret 2026 - 12:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua LF PWNU Aceh, Tgk Ismail Alfarlaky.

i

Ketua LF PWNU Aceh, Tgk Ismail Alfarlaky.

BANDA ACEH, DiengPost.com – Lembaga Falakiyah PWNU Aceh memperkirakan bahwa Penetapan Idul Fitri 1447 H di Indonesia berpotensi jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026. Prediksi ini muncul berdasarkan hasil kajian data astronomis posisi hilal.

Ketua LF PWNU Aceh, Tgk Ismail Alfarlaky, menjelaskan bahwa perhitungan tinggi bulan saat ini masih cukup rendah. Oleh karena itu, kondisi tersebut belum memenuhi syarat minimal agar hilal dapat terlihat secara visual.

Selanjutnya, hasil hitungan menunjukkan bahwa konjungsi atau fase bulan baru baru akan terjadi pada Kamis pagi. Maka dari itu, proses Penetapan Idul Fitri 1447 H secara teknis akan sangat bergantung pada hasil pengamatan di lapangan nantinya.

Baca Juga:  Kurir Sabu Lintas Kabupaten Asal Sukoharjo Ditangkap di Kebumen, 29,4 Gram Disita Polisi

Sebab, tinggi hilal di seluruh wilayah Indonesia hanya berada pada kisaran nol hingga tiga derajat saja. Namun, kriteria baru MABIMS mengharuskan tinggi minimal tiga derajat agar Penetapan Idul Fitri 1447 H bisa dilakukan keesokan harinya.

“Secara astronomis hilal memang sudah di atas ufuk, namun belum memenuhi kriteria imkanur rukyah,” ujar Tgk Ismail pada Jumat (13/3/2026). Beliau mengisyaratkan bahwa Penetapan Idul Fitri 1447 H kemungkinan besar baru terlaksana setelah menggenapkan puasa menjadi tiga puluh hari.

Baca Juga:  Bareng Timothy Ronald, Radit Bongkar Cara Bebas Finansial Sejak Usia 21 Tahun

Analisis Sudut Elongasi dan Kriteria MABIMS

Selain masalah ketinggian, parameter sudut elongasi juga menjadi faktor penentu dalam Penetapan Idul Fitri 1447 H. Saat matahari terbenam pada Kamis sore, jarak sudut antara bulan dan matahari belum menyentuh angka enam koma empat derajat.

Oleh sebab itu, hilal mustahil bisa diamati meski cuaca sedang dalam kondisi sangat cerah sekalipun. Selanjutnya, para ahli falak menyarankan masyarakat agar tetap menunggu keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat nasional.

Editor : A. Nandar

Sumber Berita: NU Online

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031, Ini Profil dan Jejak Perjuangannya di Nahdlatul Ulama
JATMAN Gelar Istighatsah dan Manaqib Kubro Sambut Muktamar NU ke-35
Katib Syuriyah PBNU Ajak Peserta Muktamar Jombang Jaga Kemandirian Organisasi
Cari Solusi Baru, Presiden Prabowo Dorong Terobosan Penanganan Karhutla
KPK OTT Rektor Unsoed Terkait Dugaan Pemerasan Penerimaan Mahasiswa FK
Pejabat Kampus Terjaring OTT ke-19, Rektor Unsoed Dibawa KPK
Presiden Prabowo Subianto Tinjau Lokasi Kebakaran Hutan di Kubu Raya Kalimantan
Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031, Ini Profil dan Jejak Perjuangannya di Nahdlatul Ulama

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:55 WIB

JATMAN Gelar Istighatsah dan Manaqib Kubro Sambut Muktamar NU ke-35

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:37 WIB

Cari Solusi Baru, Presiden Prabowo Dorong Terobosan Penanganan Karhutla

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:53 WIB

KPK OTT Rektor Unsoed Terkait Dugaan Pemerasan Penerimaan Mahasiswa FK

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:12 WIB

Pejabat Kampus Terjaring OTT ke-19, Rektor Unsoed Dibawa KPK

Berita Terbaru