13 Sep 2026
instagram youtube tiktok linkedin pinterest

13 Sep 2026

Muhammadiyah dan Pemerintah Berpotensi Beda Hari dalam Penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah

- Penulis

Kamis, 12 Maret 2026 - 07:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Urusan Agama Islam Kemenag, Arsad Hidayat.

i

Direktur Urusan Agama Islam Kemenag, Arsad Hidayat.

JAKARTA, DiengPost.com – Kementerian Agama (Kemenag) memberikan gambaran awal mengenai Penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah. Berdasarkan hitungan hisab, posisi hilal pada akhir Ramadan tahun ini kemungkinan besar belum memenuhi kriteria visibilitas MABIMS.

Direktur Urusan Agama Islam Kemenag, Arsad Hidayat, menjelaskan bahwa ketinggian hilal saat ini masih berada pada kisaran 0 hingga 3 derajat. Sementara itu, wilayah Aceh mencatatkan posisi tertinggi namun tetap dengan angka elongasi yang terbatas.

Arsad memaparkan bahwa standar MABIMS mensyaratkan ketinggian hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat. Meskipun ketinggian hilal hampir mendekati syarat, namun aspek elongasi saat ini masih belum mencapai batas minimal tersebut.

Baca Juga:  Milad ke-113 Muhammadiyah, Meneguhkan Komitmen Memajukan Kesejahteraan Bangsa

Kondisi ini memicu peluang adanya perbedaan penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah atau waktu hari raya antara pemerintah dan Muhammadiyah.

“Kalau berdasarkan kriteria MABIMS, memang masih belum memungkinkan untuk bisa melihat hilal,” tutur Arsad pada Senin.

Baca Juga:  Raih 91 Medali Emas, Presiden Prabowo Beri Bonus Rp465 M untuk Atlet SEA Games

Meskipun begitu, Kemenag tetap akan menyelenggarakan Sidang Isbat untuk mengambil keputusan final. Pemerintah menjadwalkan agenda krusial tersebut pada 19 Maret 2026 guna memastikan awal bulan Syawal secara resmi.

Perbandingan Versi Muhammadiyah dan Analisis BRIN

Muhammadiyah sendiri sudah menetapkan lebih awal bahwa Idul Fitri atau 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Organisasi ini mendasarkan keputusannya pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang mereka anut.

Editor : A. Nandar

Sumber Berita: ANTARA

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031, Ini Profil dan Jejak Perjuangannya di Nahdlatul Ulama
JATMAN Gelar Istighatsah dan Manaqib Kubro Sambut Muktamar NU ke-35
Katib Syuriyah PBNU Ajak Peserta Muktamar Jombang Jaga Kemandirian Organisasi
Cari Solusi Baru, Presiden Prabowo Dorong Terobosan Penanganan Karhutla
KPK OTT Rektor Unsoed Terkait Dugaan Pemerasan Penerimaan Mahasiswa FK
Pejabat Kampus Terjaring OTT ke-19, Rektor Unsoed Dibawa KPK
Presiden Prabowo Subianto Tinjau Lokasi Kebakaran Hutan di Kubu Raya Kalimantan
Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031, Ini Profil dan Jejak Perjuangannya di Nahdlatul Ulama

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:55 WIB

JATMAN Gelar Istighatsah dan Manaqib Kubro Sambut Muktamar NU ke-35

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:37 WIB

Cari Solusi Baru, Presiden Prabowo Dorong Terobosan Penanganan Karhutla

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:53 WIB

KPK OTT Rektor Unsoed Terkait Dugaan Pemerasan Penerimaan Mahasiswa FK

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:12 WIB

Pejabat Kampus Terjaring OTT ke-19, Rektor Unsoed Dibawa KPK

Berita Terbaru