Muhammadiyah dan Pemerintah Berpotensi Beda Hari dalam Penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah

- Penulis

Kamis, 12 Maret 2026 - 07:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Urusan Agama Islam Kemenag, Arsad Hidayat.

i

Direktur Urusan Agama Islam Kemenag, Arsad Hidayat.

JAKARTA, DiengPost.com – Kementerian Agama (Kemenag) memberikan gambaran awal mengenai Penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah. Berdasarkan hitungan hisab, posisi hilal pada akhir Ramadan tahun ini kemungkinan besar belum memenuhi kriteria visibilitas MABIMS.

Direktur Urusan Agama Islam Kemenag, Arsad Hidayat, menjelaskan bahwa ketinggian hilal saat ini masih berada pada kisaran 0 hingga 3 derajat. Sementara itu, wilayah Aceh mencatatkan posisi tertinggi namun tetap dengan angka elongasi yang terbatas.

Arsad memaparkan bahwa standar MABIMS mensyaratkan ketinggian hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat. Meskipun ketinggian hilal hampir mendekati syarat, namun aspek elongasi saat ini masih belum mencapai batas minimal tersebut.

Kondisi ini memicu peluang adanya perbedaan penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah atau waktu hari raya antara pemerintah dan Muhammadiyah.

“Kalau berdasarkan kriteria MABIMS, memang masih belum memungkinkan untuk bisa melihat hilal,” tutur Arsad pada Senin.

Baca Juga:  Sarif Abdillah Ajak Mahasiswa UNISSULA Jadi Legislator Muda yang Aspiratif

Meskipun begitu, Kemenag tetap akan menyelenggarakan Sidang Isbat untuk mengambil keputusan final. Pemerintah menjadwalkan agenda krusial tersebut pada 19 Maret 2026 guna memastikan awal bulan Syawal secara resmi.

Perbandingan Versi Muhammadiyah dan Analisis BRIN

Muhammadiyah sendiri sudah menetapkan lebih awal bahwa Idul Fitri atau 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Organisasi ini mendasarkan keputusannya pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang mereka anut.

Editor : A. Nandar

Sumber Berita: ANTARA

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN
Kado Budaya ke 18 Soroti Tantangan Kebudayaan dan Krisis Lingkungan
Kasad Sebut Lulusan Seskoad Angkatan Darat Harus Siap Hadapi Tantangan Masa Depan
Perkuat Sinergi Informasi TNI AD, Dispenad Gelar Silaturahmi Hangat Bersama Awak Media Massa
Viral Kesalahan Juri, MPR Minta Maaf Atas Insiden Penilaian LCC Empat Pilar 2026 Kalbar
Kemendikdasmen Beri Kepastian Nasib Guru Non-ASN hingga 2026
Cegah Pola Berulang Kasus Pencabulan Santriwati Pati, Satgas Khusus Pesantren Mendesak Dibentuk
Kasus Pencabulan Santriwati Pati: Polresta Pati Periksa Pengasuh Ponpes yang Jadi Tersangka

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:23 WIB

Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN

Senin, 22 Juni 2026 - 07:09 WIB

Kado Budaya ke 18 Soroti Tantangan Kebudayaan dan Krisis Lingkungan

Minggu, 14 Juni 2026 - 06:57 WIB

Kasad Sebut Lulusan Seskoad Angkatan Darat Harus Siap Hadapi Tantangan Masa Depan

Minggu, 31 Mei 2026 - 18:32 WIB

Perkuat Sinergi Informasi TNI AD, Dispenad Gelar Silaturahmi Hangat Bersama Awak Media Massa

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:37 WIB

Viral Kesalahan Juri, MPR Minta Maaf Atas Insiden Penilaian LCC Empat Pilar 2026 Kalbar

Berita Terbaru

Sudaryono saat dilantik sebagai Kepala BGN di Istana Negara Jakarta.

Nasional

Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN

Rabu, 22 Jul 2026 - 21:23 WIB