WONOSOBO, DiengPost.com – Bagi sebagian besar pekerja, hari Senin kerap dianggap sebagai musuh terbesar dalam sepekan. Ungkapan ‘I Hate Monday’ sudah menjadi jargon global sekaligus bahan candaan melalui meme di media sosial, sebuah bentuk humor yang sesungguhnya mencerminkan kegelisahan kolektif menjelang awal pekan kerja.
Namun, kebencian terhadap Senin ternyata tidak muncul begitu saja. Banyak riset menunjukkan bahwa sumber rasa muak dan enggan menghadapi Senin justru berawal dari Minggu sore, saat kesadaran muncul bahwa akhir pekan segera berakhir dan rutinitas kantor telah menanti.
Ketegangan Dimulai Sejak Minggu Sore
Sebuah laporan dari hcamag.com (29/9) mengungkap fakta menarik, bahwa 81 persen pekerja menganggap Senin sebagai hari paling menegangkan dalam seminggu. Sebanyak 70 persen lainnya bahkan mengalami apa yang disebut ‘Sunday Scaries’, atau rasa takut dan cemas setiap Minggu malam karena membayangkan pekerjaan di hari berikutnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bagi banyak pekerja, Senin menandai akhir masa tenang dan awal dari tuntutan pekerjaan,” jelas peneliti Magda Klimkiewicz, dikutip dari laman yang sama.
Ia menambahkan, transisi tajam itu dapat mengubah pola tidur, memicu kelelahan, serta menyebabkan gejala stres fisik dan mental.
Fenomena ini menegaskan bahwa kebencian terhadap Senin bukan karena harinya, melainkan karena transisi emosional yang sulit dari waktu santai ke ritme kerja yang padat.
Masalahnya Bukan Senin, Tapi Kepuasan KerjaMenariknya, Forbes (29/9) menyebut bahwa penyebab utama kebencian terhadap Senin justru berkaitan dengan ketidakpuasan terhadap pekerjaan.
Editor : A. Nandar
Sumber Berita: Berbagai Sumber
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
































Tinggalkan Balasan