14 Sep 2026
instagram youtube tiktok linkedin pinterest

14 Sep 2026

Kalau Kamu Benci Hari Senin, Mungkin Ini Alasannya

- Penulis

Senin, 5 Januari 2026 - 08:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Hari Senin.

i

Ilustrasi Hari Senin.

Bahkan bagi orang yang mulai bekerja di hari Rabu, rasa ‘Sunday Scaries’ tetap muncul sehari sebelumnya. Artinya, beban psikis itu bukan milik hari tertentu, tetapi lahir dari pekerjaan yang tidak membawa arti atau tidak memberi ruang bagi karyawan untuk berkembang.

Ketika pekerja merasa tidak menikmati apa yang mereka lakukan, Senin berubah menjadi simbol penderitaan, pengingat keras bahwa mereka harus kembali menjalani sesuatu yang terasa hampa. Kondisi ini berimbas langsung pada produktivitas, fokus, hingga motivasi kerja pada awal pekan.

Baca Juga:  Pemkab Kebumen Salurkan Hibah dan Bantuan Keuangan Desa Senilai Rp22,36 Miliar

Empat Cara Mengubah Senin Jadi Hari yang Bermakna

Agar rutinitas kerja tidak terus-menerus diwarnai keluhan setiap awal pekan, Forbes merekomendasikan empat langkah sederhana bagi perusahaan untuk membantu karyawan kembali bersemangat, yaitu kebebasan, kelenturan, kesenangan, dan pemenuhan makna kerja.

1. Berikan Ruang Kebebasan.

Hari Senin bisa dibuat lebih ringan dengan memberikan kesempatan bagi karyawan mengambil keputusan secara mandiri. Rasa otonomi mampu menumbuhkan semangat baru setelah libur akhir pekan.

2. Ciptakan Fleksibilitas.

Memberi kelonggaran jam kerja di Senin, seperti datang sedikit lebih siang atau pulang lebih awal, membantu karyawan beradaptasi tanpa tekanan waktu yang kaku.

Baca Juga:  Tanah Longsor di Majenang Cilacap : Dua Tewas, 21 Warga Masih Hilang

3. Tambahkan Unsur Kesenangan.

Aktivitas ringan seperti kopi atau sarapan bersama, permainan singkat, hingga hadiah kecil bisa memperbaiki suasana dan menjadi ‘booster’ semangat tim.

4. Bangun Relasi yang Bermakna.

Perusahaan dan karyawan perlu membangun hubungan yang melampaui transaksi kerja. Karyawan masa kini menginginkan pekerjaan yang bukan hanya memberi penghasilan, tetapi juga memiliki nilai dan kontribusi sosial.

Editor : A. Nandar

Sumber Berita: Berbagai Sumber

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Purbaya Yudhi Sadewa Mendadak Dicopot, Prabowo Tunjuk Suahasil Nazara Jadi Menkeu
Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031, Ini Profil dan Jejak Perjuangannya di Nahdlatul Ulama
JATMAN Gelar Istighatsah dan Manaqib Kubro Sambut Muktamar NU ke-35
Katib Syuriyah PBNU Ajak Peserta Muktamar Jombang Jaga Kemandirian Organisasi
Cari Solusi Baru, Presiden Prabowo Dorong Terobosan Penanganan Karhutla
KPK OTT Rektor Unsoed Terkait Dugaan Pemerasan Penerimaan Mahasiswa FK
Pejabat Kampus Terjaring OTT ke-19, Rektor Unsoed Dibawa KPK
Presiden Prabowo Subianto Tinjau Lokasi Kebakaran Hutan di Kubu Raya Kalimantan

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 16:34 WIB

Purbaya Yudhi Sadewa Mendadak Dicopot, Prabowo Tunjuk Suahasil Nazara Jadi Menkeu

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031, Ini Profil dan Jejak Perjuangannya di Nahdlatul Ulama

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Katib Syuriyah PBNU Ajak Peserta Muktamar Jombang Jaga Kemandirian Organisasi

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:37 WIB

Cari Solusi Baru, Presiden Prabowo Dorong Terobosan Penanganan Karhutla

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:53 WIB

KPK OTT Rektor Unsoed Terkait Dugaan Pemerasan Penerimaan Mahasiswa FK

Berita Terbaru