“Uangnya tidak langsung diambil. Jadi ditabung dulu, dari pengurus ada yang mencatat. Nanti biasanya pas mau lebaran baru diambil untuk keperluan, seperti sembako atau roti. Jumlahnya beragam, ada yang Rp 250 ribu, ada juga yang Rp 500 ribu,” tambahnya.
Salah satu warga, Parsinem, mengaku sangat terbantu dengan program ini. Selain lingkungan menjadi lebih bersih, ia juga merasa memiliki tabungan tak terduga yang bisa digunakan saat dibutuhkan.
“Sekarang lingkungan jadi bersih, sudah gitu kita jadi punya tabungan yang tidak terasa. Tahu-tahu pas butuh bisa dipakai, lumayan bisa membantu kebutuhan,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penulis : Adi
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2






























Tinggalkan Balasan