“Yang sedang kita hadapi adalah bagaimana mengendalikan air hujan yang deras. Kalau pembersihan dilakukan sembarangan, rumah di atas tebing bisa ikut longsor,” jelas Dion.
Karena itu, Pemkab menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam setiap tahapan penanganan, termasuk pengaliran air dan pemadatan tanah. Upaya pengendalian air diasumsikan menjadi prioritas utama agar kestabilan tanah sekitar terjaga.
Dion juga mengimbau agar masyarakat di sekitar lokasi tanah longsor Purworejo turut berperan aktif membantu pemerintah melalui kegiatan gotong royong, terutama dalam pembersihan ringan dan pembuatan jalur air sementara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami mengajak warga tetap waspada dan ikut membantu agar dampak longsor tidak semakin luas,” ucapnya.
Di sisi lain, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kabupaten Purworejo, R. Prono Sumbogo, menyampaikan bahwa pihaknya bersama BPBD akan segera membentuk Tim Kaji Bencana untuk menghitung kebutuhan biaya penanganan darurat.
“Rapat koordinasi dengan BPBD Purworejo akan digelar dalam waktu dekat untuk menentukan langkah teknis dan kebutuhan anggaran jangka pendek,” jelasnya.
Penulis : A.L. Khakim
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
































Tinggalkan Balasan