PURWOREJO – Pemerintah Kabupaten Purworejo akan segera melakukan langkah penanganan darurat terhadap dampak tanah longsor Purworejo dan tanah bergerak yang terjadi di ruas Jalan Gowong – Watuduwur, Dusun Sidami RT 04 RW 04, Desa Gowong, Kecamatan Bruno. Langkah cepat ini diambil untuk mencegah risiko bencana susulan akibat tingginya curah hujan di wilayah setempat.
Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, menyampaikan bahwa penanganan tidak bisa menunggu perencanaan reguler tahun berikutnya karena situasi sudah mendesak dan berpotensi membahayakan pemukiman warga.
“Karena kita masuk musim hujan, jadi ini butuh penanganan darurat. Kalau menunggu tahun depan, dikhawatirkan kondisinya makin parah dan mengancam pemukiman,” ujar Dion saat meninjau lokasi tanah longsor Purworejo, Senin (3/11/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Dion, Pemkab Purworejo bersama Pemerintah Desa Gowong dan instansi terkait akan bergerak cepat melakukan langkah penanganan darurat. Ia menegaskan bahwa sumber anggaran darurat seperti Belanja Tidak Terduga (BTT) bisa segera digunakan agar masyarakat tidak terdampak lebih luas.
“Kami akan percepat penanganan. Setidaknya langkah darurat bisa segera dilakukan agar akses jalan dan keamanan warga tetap terjamin,” katanya.
Hasil kajian dari ESDM Provinsi Jawa Tengah menunjukkan bahwa kondisi tanah di sekitar lokasi tanah longsor Purworejo memiliki porositas tinggi dan mudah lepas, sehingga sangat rawan longsor susulan.
Penulis : A.L. Khakim
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
































Tinggalkan Balasan