Kegiatan Selapanan Sholawat Nariyah di Kemiri Purworejo juga menjadi momentum kehadiran Lesbumi PCNU Purworejo dalam kegiatan turun ke bawah (turba) di tingkat kecamatan.
Ketua Tanfidziyah PCNU Purworejo, H. Muhammad Haekal yang hadir dalam acara tersebut, menilai kolaborasi antara sholawat dan pertunjukan wayang menjadi sarana efektif menyampaikan nilai-nilai keislaman melalui pendekatan kultural.
“Sholawat Nariyah dan Wayang Santri adalah bentuk dakwah yang indah. Nilai spiritual berpadu dengan budaya, mengakar di masyarakat. Ini juga menjadi bagian dari turba Lesbumi PCNU Purworejo untuk menjaga warisan dakwah berbasis kearifan lokal,” terang Haekal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Haekal, kegiatan seperti Selapanan Sholawat Nariyah di Kemiri Purworejo menggambarkan semangat Nahdlatul Ulama dalam merawat tradisi dan memperkuat iman di tengah arus modernisasi. Ia juga mengajak warga untuk terus menjaga tradisi keagamaan dengan semangat kolaboratif antarbanom dan elemen masyarakat.
Tradisi yang Terus DilanjutkanSebagai tindak lanjut, MWCNU Kemiri berencana melanjutkan kegiatan Selapanan Sholawat Nariyah di Kemiri Purworejo secara bergilir di berbagai ranting. Muhajir menegaskan kegiatan selanjutnya akan diadakan di Desa Sidodadi, Kecamatan Kemiri.
“InsyaAllah Selapanan mendatang akan dilaksanakan di Sidodadi. Kami berharap semangat kebersamaan dan keberkahan ini terus berlanjut di seluruh ranting NU se-Kemiri,” ujarnya.
Penulis : A.L. Khakim
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
































Tinggalkan Balasan