Goa Silawang Purworejo: Situs Arkeologi Misterius di Kaliglagah yang Menyimpan Jejak Sejarah Kuno

- Penulis

Kamis, 16 Oktober 2025 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah pengunjung berfoto di kawasan Goa Silawang Purworejo. (A.L. Khakim/diengpost.com)

i

Sejumlah pengunjung berfoto di kawasan Goa Silawang Purworejo. (A.L. Khakim/diengpost.com)

PURWOREJO – Goa Silawang, sebuah situs arkeologi yang terletak di Desa Kaliglagah, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo, menyimpan jejak sejarah masa lalu yang hingga kini belum sepenuhnya terungkap.

Terletak di kawasan pegunungan seluas 270 hektar pada ketinggian 50 meter di atas permukaan laut (mdpl), Goa Silawang diduga kuat menjadi bagian dari pusat aktivitas spiritual masyarakat kuno di wilayah Jawa Tengah.

Goa Silawang dapat dijangkau dengan perjalanan darat sejauh kurang lebih 29 kilometer dari pusat Kabupaten Purworejo, atau sekitar 11 kilometer dari Kecamatan Kemiri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski tidak mudah diakses, situs ini mulai menarik perhatian seiring meningkatnya minat pada wisata berbasis sejarah dan budaya.

Salah satu aspek yang menjadikan Goa Silawang Purworejo unik adalah keberadaan struktur lingga dan yoni di dalam goa, simbol yang erat kaitannya dengan tradisi pemujaan dalam budaya Hindu kuno.

Selain itu, masih terlihat jelas bekas tempat pemujaan yang diperkirakan telah berusia ratusan tahun dan belum mengalami kerusakan signifikan.

Menurut laporan penelitian arkeologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), temuan ini menjadi indikasi kuat bahwa kawasan Kaliglagah pernah menjadi tempat praktik keagamaan atau meditasi pada masa lalu.

Baca Juga:  Pantai Menganti Kebumen, “Surga Tersembunyi” Jawa Tengah yang Kian Mendunia

Peneliti juga menduga masih ada goa-goa lain di sekitar wilayah ini yang belum ditemukan, termasuk di sekitar Goa Silembu.

Secara geologis dan historis, kawasan ini menyimpan potensi besar untuk studi arkeologi. Temuan lingga-yoni di Goa Silawang bukan hal yang bisa disepelekan.

Goa Silawang memiliki tiga pintu masuk. Namun, hingga kini hanya dua yang dapat diakses oleh pengunjung. Kondisi medan dan minimnya infrastruktur membuat eksplorasi masih terbatas.

Kondisi ini turut memperkuat kesan mistis yang melekat pada Goa Silawang, terutama bagi masyarakat lokal. Warga percaya bahwa kawasan ini bukan hanya menyimpan nilai sejarah, tetapi juga spiritualitas yang tinggi. Cerita-cerita turun-temurun mengenai aktivitas gaib masih berkembang di sekitar situs.

Selain Goa Silawang, Desa Kaliglagah juga menyimpan jejak sejarah lain berupa makam tokoh-tokoh desa seperti Mbah Sapujangga, Trangguli, Suji, Jangkung, dan Mbah Prajurit.

Menariknya, posisi makam-makam ini membentuk pola mengelilingi desa, yang oleh sebagian warga dianggap sebagai tanda adanya sejarah besar yang belum terungkap.

Mitos lain yang berkembang adalah keberadaan kawanan kera abu-abu yang dulu sering terlihat berkeliaran di hutan sekitar Goa Silawang. Cerita dari tetua desa, Mbah Kromorejo, menyebutkan bahwa kera-kera ini memiliki perilaku menyerupai manusia dan menjadi bagian dari legenda setempat.

Baca Juga:  Program Dolan Deso di Bener Tekan Angka Stunting, Camat Ajak Ibu Hamil Aktif Cegah Risiko Gizi Buruk

“Dulu, perempuan yang masuk ke hutan Ngigir harus sangat berhati-hati karena pernah ada kejadian diserang kera, meskipun tidak sampai terbunuh,” ujar Mbah Kromorejo dalam cerita rakyat yang masih hidup hingga kini.

Kawasan Goa Silawang tidak hanya menyimpan kekayaan sejarah, tetapi juga potensi wisata alam yang besar. Perbukitan hijau, hutan pinus, dan udara sejuk menjadi daya tarik tersendiri. Pada musim hujan, dari sisi timur bukit di sekitar Goa Silawang, dapat terlihat air terjun yang berasal dari wilayah Desa Sukogelap.

Selain itu, warga Kaliglagah juga memanfaatkan hasil bumi untuk mendukung ekonomi lokal. Tanaman kapulogo yang tumbuh subur di hutan pinus memiliki nilai jual tinggi, sementara tanaman gadung diolah menjadi kerupuk gadung saat musim kemarau. Aliran sungai yang membelah desa juga menghasilkan batu split yang digunakan sebagai bahan bangunan.

Keberadaan Goa Silawang Purworejo pun membuka peluang pengembangan wisata sejarah terpadu dengan konservasi alam dan pemberdayaan masyarakat desa.

Penulis : A.L. Khakim

Editor : A. Nandar

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Satu tanggapan untuk “Goa Silawang Purworejo: Situs Arkeologi Misterius di Kaliglagah yang Menyimpan Jejak Sejarah Kuno”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Berau Percantik Labuan Cermin, Dorong Wisata Ramah Lingkungan
3 Tempat Wisata Terasik di Pulau Jawa: Dari Kawah Mistis hingga Candi Megah
Gembira Loka Zoo : Wisata Sejuta Umat di Jantung Yogyakarta
Jembangan Wisata Alam Kebumen, Perpaduan Danau dan Hutan yang Jadi Favorit Keluarga
Kencrengan, Kesenian Islami Purworejo yang Tetap Hidup di Tengah Arus Modern
Mengungkap Rahasia di Balik Nama Dieng, Negeri Para Dewa di Atas Awan
10 Spot Foto Terindah dan Instagramable di Dieng Plateau
Eduwisata Talunombo Jadi Daya Tarik Baru di Wonosobo, Dorong Perekonomian dan Kemandirian Desa

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 11:28 WIB

Berau Percantik Labuan Cermin, Dorong Wisata Ramah Lingkungan

Sabtu, 29 November 2025 - 15:40 WIB

3 Tempat Wisata Terasik di Pulau Jawa: Dari Kawah Mistis hingga Candi Megah

Jumat, 21 November 2025 - 06:30 WIB

Gembira Loka Zoo : Wisata Sejuta Umat di Jantung Yogyakarta

Jumat, 7 November 2025 - 15:00 WIB

Jembangan Wisata Alam Kebumen, Perpaduan Danau dan Hutan yang Jadi Favorit Keluarga

Jumat, 31 Oktober 2025 - 15:00 WIB

Kencrengan, Kesenian Islami Purworejo yang Tetap Hidup di Tengah Arus Modern

Berita Terbaru