Gus Mus Tolak Soeharto Dapat Gelar Pahlawan Nasional, Warga NU yang Setuju Tak Paham Sejarah

- Penulis

Jumat, 7 November 2025 - 20:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus.

i

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus.

WONOSOBO – Ulama kharismatik sekaligus Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus menyampaikan keberatannya terhadap rencana pemerintah yang akan menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto.

Dalam keterangan yang disampaikan di kediamannya di Leteh, Rembang, Jawa Tengah, Rabu (5/11/2025), Gus Mus menilai pengangkatan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional tidak tepat.

Baca Juga:  16 Tokoh NU Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional, NU Konsolidasi Gerakan untuk Masa Depan Bangsa

“Saya paling tidak setuju kalau Soeharto dijadikan Pahlawan Nasional,” ujar Gus Mus seperti dikutip dari NU Online.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gus Mus mengingatkan adanya catatan panjang ketegangan antara kebijakan pemerintahan Orde Baru dan komunitas pesantren. Menurutnya, banyak ulama Nahdlatul Ulama (NU) yang mengalami tekanan selama masa kepemimpinan Soeharto.

Baca Juga:  Sarif Abdillah Ajak Mahasiswa UNISSULA Jadi Legislator Muda yang Aspiratif

“Banyak kiai yang dimasukkan ke sumur, papan nama NU tidak boleh dipasang, bahkan banyak yang dirubuhkan oleh pejabat daerah. Adik saya sendiri, Kiai Adib Bisri, memilih keluar dari PNS karena dipaksa masuk Golkar,” ujarnya.

Ia juga menyinggung pengalaman Kiai Sahal Mahfudh yang pernah diminta menjadi penasihat Golkar Jawa Tengah, namun menolaknya.

Editor : A. Nandar

Sumber Berita: NU Online

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Viral Kesalahan Juri, MPR Minta Maaf Atas Insiden Penilaian LCC Empat Pilar 2026 Kalbar
Kemendikdasmen Beri Kepastian Nasib Guru Non-ASN hingga 2026
Cegah Pola Berulang Kasus Pencabulan Santriwati Pati, Satgas Khusus Pesantren Mendesak Dibentuk
Kasus Pencabulan Santriwati Pati: Polresta Pati Periksa Pengasuh Ponpes yang Jadi Tersangka
KRI Bima Suci Tiba di Singapura: Kapal Latih TNI AL Perkuat Diplomasi Maritim
Fakta Baru Kekerasan Daycare Yogyakarta: Pengasuh Sebut Ada Perintah Atasan
Kasus Kekerasan Daycare Yogyakarta: Polisi Tetapkan 13 Tersangka Termasuk Pengelola
Update Kasus Penganiayaan Anak di Banda Aceh: Enam Saksi Beri Keterangan

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:37 WIB

Viral Kesalahan Juri, MPR Minta Maaf Atas Insiden Penilaian LCC Empat Pilar 2026 Kalbar

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:51 WIB

Kemendikdasmen Beri Kepastian Nasib Guru Non-ASN hingga 2026

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:16 WIB

Cegah Pola Berulang Kasus Pencabulan Santriwati Pati, Satgas Khusus Pesantren Mendesak Dibentuk

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:23 WIB

Kasus Pencabulan Santriwati Pati: Polresta Pati Periksa Pengasuh Ponpes yang Jadi Tersangka

Kamis, 30 April 2026 - 10:43 WIB

Fakta Baru Kekerasan Daycare Yogyakarta: Pengasuh Sebut Ada Perintah Atasan

Berita Terbaru