“Model tarif seperti ini belum banyak diterapkan di Wonosobo. Kami ingin menjalankan usaha yang adil dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Selain itu, budidaya ayam Jawa Super menjadi inovasi terbaru. Melalui sistem kemitraan inti-plasma, program ini menargetkan produksi 2.000 ekor ayam dan melibatkan masyarakat sebagai mitra langsung.
Program tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan, membuka lapangan kerja baru, dan menjaga perputaran ekonomi di tingkat desa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Prinsip kami sederhana, yaitu ekonomi desa harus berputar di desa. Dari desa, untuk desa, dan kembali ke masyarakat desa,” pungkas Rozi.
Editor : A. Nandar
































Tinggalkan Balasan