WONOSOBO – Sebuah truk bermuatan ayam terguling di Watumalang, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, pada Kamis (23/10/2025) sore. Insiden yang terjadi di jalan desa Mranten, Banyukembar, ini nyaris memakan korban jiwa setelah truk yang dikemudikan Rudi, warga Muntilan, terperosok ke ladang sedalam sekitar 30 meter.
Kecelakaan tersebut menambah panjang daftar insiden truk terguling di Watumalang dalam beberapa hari terakhir. Jalur pegunungan yang sempit dan rentan longsor disebut menjadi salah satu faktor utama tingginya risiko kecelakaan lalu lintas di wilayah tersebut.
Anggota Relawan Penanggulangan Bencana (RPB) Watumalang, Bangun Setiadi, menjelaskan kronologi kejadian. Menurutnya, truk dengan nomor polisi R 9352 OD tergelincir saat berusaha menghindari tumpukan material proyek di sisi jalan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saat kejadian hujan deras, jalan licin, dan separuh badan jalan tertutup material senderan yang belum dibersihkan. Sopir mencoba menghindar, tapi kendaraan malah amblas ke bawah,” kata Bangun, Kamis (23/10/2025).
Kondisi jalan di kawasan Banyukembar–Mranten diketahui sempit dan memiliki kontur menanjak serta tikungan tajam. Selain itu, bahu jalan yang rapuh memperburuk situasi, terutama ketika hujan deras mengguyur wilayah pegunungan tersebut.
Setelah truk bermuatan ayam terguling di Watumalang, warga sekitar segera berhamburan menuju lokasi. Mereka membantu mengevakuasi Rudi dan kernetnya yang mengalami luka ringan serta menyelamatkan ratusan ayam potong yang berserakan di ladang.
“Yang penting nyawa sopir selamat dulu. Warga langsung bantu menarik ayam dan barang-barang dari bawah,” ujarnya.
Menurutnya, muatan ayam tersebut rencananya dikirim ke pasar di Kabupaten Banjarnegara. Sebagian ayam yang masih selamat kemudian dipindahkan ke kendaraan lain untuk melanjutkan perjalanan.
Berdasarkan catatan relawan dan aparat desa, kecelakaan ini merupakan yang ketiga dalam sepekan terakhir di wilayah Watumalang. Beberapa hari sebelumnya, truk molen terguling ke jurang sedalam 300 meter di Desa Lumajang, menewaskan sopir di tempat.
Tidak lama berselang, truk pengangkut kayu gelondongan juga terbalik di jalan yang sama akibat tidak kuat menanjak. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat dan pengemudi angkutan barang.
“Dalam seminggu terakhir sudah tiga kejadian. Kami harap pemerintah segera memperbaiki senderan dan melakukan pelebaran jalan di titik rawan,” tutup Bangun.
Editor : A. Nandar
































Tinggalkan Balasan