World Clean Up Day 2025 di Pituruh: Gotong Royong Cegah Sampah, Jaga Lingkungan

- Penulis

Minggu, 12 Oktober 2025 - 14:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PURWOREJO – Memperingati World Clean Up Day 2025, Pemerintah Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, menggelar aksi bersih lingkungan yang melibatkan lintas sektor, Minggu (12/10/2025). Kegiatan yang dipusatkan di Aula Kecamatan Pituruh ini menjadi simbol kuat komitmen bersama menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Plt Camat Pituruh, Yeni Astuti menyampaikan pentingnya menjadikan kebersihan sebagai budaya dan tanggung jawab kolektif. Menurutnya, peringatan World Clean Up Day 2025 tidak hanya seremonial, melainkan momentum memperkuat kesadaran masyarakat untuk lebih aktif menjaga lingkungan.

“Kebersihan bukan semata tugas petugas. Ini soal kesadaran bersama. Lingkungan bersih mencerminkan nilai-nilai kejujuran dan integritas dalam kehidupan kita sehari-hari,” ujar Yeni.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan World Clean Up Day 2025 di Kecamatan Pituruh diikuti berbagai unsur, antara lain Polsek Pituruh dan Danramil Pituruh masing-masing dengan 10 personel, Kepala UPT PU Wilayah Kemiri bersama 5 staf, Koordinator Pertanian Pituruh dengan 5 staf, serta Kepala Pasar Pituruh dengan 5 staf. Tak hanya itu, relawan bencana dan organisasi masyarakat seperti Ansor turut hadir dengan masing-masing lima anggota.

Baca Juga:  Manfaatkan Pompa Air Tenaga Surya, Petani Kebumen Panen Tiga Kali Setahun

Keterlibatan lintas instansi dan komunitas ini mencerminkan bahwa World Clean Up Day 2025 bukan hanya agenda pemerintah, tetapi bagian dari gerakan warga. Setelah pembukaan, para peserta mengikuti musyawarah teknis singkat, kemudian dibagi ke beberapa titik lokasi pembersihan.

Beberapa kelompok membersihkan area sekitar kantor kecamatan, sementara lainnya menyasar titik-titik yang telah ditentukan sebelumnya seperti jalan utama, fasilitas publik, dan kawasan pasar. Aksi ini ditujukan untuk mengurangi volume sampah sekaligus menanamkan pentingnya kebersihan sebagai bagian dari gaya hidup.

Menurut data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Indonesia menghasilkan lebih dari 18 juta ton sampah pada 2024, dengan lebih dari 30 persen belum terkelola dengan baik.

Gerakan seperti World Clean Up Day 2025 di Pituruh menjadi salah satu bentuk partisipasi lokal dalam menghadapi tantangan pengelolaan sampah nasional.

Baca Juga:  Tersengat Listrik Saat Pasang Atap Baja Ringan, Pekerja di Wonosobo Alami Luka Bakar 80 Persen

Selain menjadi bagian dari gerakan global, aksi World Clean Up Day 2025 ini juga mendukung target pemerintah Indonesia melalui program Indonesia Bersih 2029, yang menekankan pentingnya kolaborasi multi-pihak dalam penanganan sampah berbasis masyarakat.

Yeni Astuti juga mengajak masyarakat untuk terus mempertahankan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa. Ia menutup kegiatan dengan mengingatkan kembali bahwa menjaga alam adalah bentuk tanggung jawab antargenerasi.

“Jika kita menjaga alam dengan baik, maka alam juga akan menjaga kita. Ini tugas kita bersama,” kata Yeni.

Kegiatan World Clean Up Day 2025 di Kecamatan Pituruh kemudian ditutup dengan pembersihan massal yang mencakup seluruh wilayah kecamatan. Kegiatan ini sejalan dengan visi pembangunan lokal bertajuk Pituruh Ampuh yang menekankan tiga nilai utama: Bersih, Cerdas, dan Berdaya Saing.

Penulis : A.L. Khakim

Editor : A. Nandar

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

KPK Tetapkan Ajudan dan Bupati Tulungagung Jadi Tersangka Korupsi
Viral Video Sepeda Motor BGN, Dadan Hindayana Beri Klarifikasi
Rupiah Tembus Rp17.000, Airlangga Sebut Mata Uang Lain Juga Melemah
Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir bagi Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Menkeu Purbaya Jamin Harga BBM Bersubsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026
Menteri Purbaya Siapkan Tambahan Subsidi Energi Nasional Rp100 Triliun
Pemerintah Tegaskan Harga BBM Tidak Naik Baik Subsidi Maupun Non-Subsidi
Prabowo Tegaskan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kriminal Serius

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 23:28 WIB

KPK Tetapkan Ajudan dan Bupati Tulungagung Jadi Tersangka Korupsi

Kamis, 9 April 2026 - 10:02 WIB

Viral Video Sepeda Motor BGN, Dadan Hindayana Beri Klarifikasi

Rabu, 8 April 2026 - 07:24 WIB

Rupiah Tembus Rp17.000, Airlangga Sebut Mata Uang Lain Juga Melemah

Selasa, 7 April 2026 - 14:11 WIB

Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir bagi Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Selasa, 7 April 2026 - 07:20 WIB

Menkeu Purbaya Jamin Harga BBM Bersubsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026

Berita Terbaru