PURWOREJO – Memperingati World Clean Up Day 2025, Pemerintah Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, menggelar aksi bersih lingkungan yang melibatkan lintas sektor, Minggu (12/10/2025). Kegiatan yang dipusatkan di Aula Kecamatan Pituruh ini menjadi simbol kuat komitmen bersama menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Plt Camat Pituruh, Yeni Astuti menyampaikan pentingnya menjadikan kebersihan sebagai budaya dan tanggung jawab kolektif. Menurutnya, peringatan World Clean Up Day 2025 tidak hanya seremonial, melainkan momentum memperkuat kesadaran masyarakat untuk lebih aktif menjaga lingkungan.
“Kebersihan bukan semata tugas petugas. Ini soal kesadaran bersama. Lingkungan bersih mencerminkan nilai-nilai kejujuran dan integritas dalam kehidupan kita sehari-hari,” ujar Yeni.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan World Clean Up Day 2025 di Kecamatan Pituruh diikuti berbagai unsur, antara lain Polsek Pituruh dan Danramil Pituruh masing-masing dengan 10 personel, Kepala UPT PU Wilayah Kemiri bersama 5 staf, Koordinator Pertanian Pituruh dengan 5 staf, serta Kepala Pasar Pituruh dengan 5 staf. Tak hanya itu, relawan bencana dan organisasi masyarakat seperti Ansor turut hadir dengan masing-masing lima anggota.
Keterlibatan lintas instansi dan komunitas ini mencerminkan bahwa World Clean Up Day 2025 bukan hanya agenda pemerintah, tetapi bagian dari gerakan warga. Setelah pembukaan, para peserta mengikuti musyawarah teknis singkat, kemudian dibagi ke beberapa titik lokasi pembersihan.
Beberapa kelompok membersihkan area sekitar kantor kecamatan, sementara lainnya menyasar titik-titik yang telah ditentukan sebelumnya seperti jalan utama, fasilitas publik, dan kawasan pasar. Aksi ini ditujukan untuk mengurangi volume sampah sekaligus menanamkan pentingnya kebersihan sebagai bagian dari gaya hidup.
Menurut data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Indonesia menghasilkan lebih dari 18 juta ton sampah pada 2024, dengan lebih dari 30 persen belum terkelola dengan baik.
Gerakan seperti World Clean Up Day 2025 di Pituruh menjadi salah satu bentuk partisipasi lokal dalam menghadapi tantangan pengelolaan sampah nasional.
Selain menjadi bagian dari gerakan global, aksi World Clean Up Day 2025 ini juga mendukung target pemerintah Indonesia melalui program Indonesia Bersih 2029, yang menekankan pentingnya kolaborasi multi-pihak dalam penanganan sampah berbasis masyarakat.
Yeni Astuti juga mengajak masyarakat untuk terus mempertahankan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa. Ia menutup kegiatan dengan mengingatkan kembali bahwa menjaga alam adalah bentuk tanggung jawab antargenerasi.
“Jika kita menjaga alam dengan baik, maka alam juga akan menjaga kita. Ini tugas kita bersama,” kata Yeni.
Kegiatan World Clean Up Day 2025 di Kecamatan Pituruh kemudian ditutup dengan pembersihan massal yang mencakup seluruh wilayah kecamatan. Kegiatan ini sejalan dengan visi pembangunan lokal bertajuk Pituruh Ampuh yang menekankan tiga nilai utama: Bersih, Cerdas, dan Berdaya Saing.
Penulis : A.L. Khakim
Editor : A. Nandar
































Tinggalkan Balasan