Hari Santri Nasional 2025, PCNU Purworejo Tegaskan Santri Bukan Hanya Lulusan Pesantren

- Penulis

Minggu, 12 Oktober 2025 - 10:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Kabupaten Purworejo tidak hanya menjadi ajang seremonial, melainkan juga momentum reflektif untuk memaknai ulang identitas dan peran santri di tengah masyarakat modern.

Dalam acara Spesial Talkshow yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Purworejo dan disiarkan langsung melalui Irama FM 88.5, Ketua Tanfidziyah PCNU Purworejo, KH Muhammad Haekal, menegaskan perlunya memperluas definisi santri yang selama ini identik dengan pendidikan formal di pesantren.

“Santri tentu tidak hanya yang di pesantren, juga yang di langgar [surau] mushola. Semua yang memiliki niat belajar dan beribadah lebih baik itu bisa dianggap santri,” kata KH Haekal, dalam talkshow Hari Santri Nasional 2025.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

KH Haekal menyampaikan bahwa Hari Santri Nasional 2025 perlu menjadi titik tolak perluasan pemahaman tentang siapa yang layak disebut sebagai santri. Dalam pandangannya, kesantrian bukan sekadar status formal, tetapi lebih pada intensi spiritual dan komitmen perbaikan diri melalui kegiatan keagamaan.

Baca Juga:  Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Wonosobo, Santri Didorong Jadi Garda Terdepan Bangun Peradaban Dunia

Data dari Kementerian Agama mencatat, hingga 2024 terdapat sekitar 5 juta santri di lebih dari 36.000 pesantren di Indonesia. Namun jutaan lainnya belajar agama secara non-formal di surau, mushola, maupun majelis taklim. Kelompok ini, menurut KH Haekal, juga bagian dari komunitas santri dalam konteks spiritual.

Lebih jauh, dalam momen Hari Santri Nasional 2025, KH Haekal mengutip dawuh pendiri Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Asy’ari, sebagai dasar pemikiran bahwa keterlibatan dalam organisasi NU juga merupakan bentuk nyata dari kesantrian.

“Bahkan bisa dimaknai lebih luas seperti dawuh Kiai Hasyim Asy’ari: ‘Siapa yang mau ngurusi NU aku anggap sebagai santriku, dan aku doakan khusnul khotimah,” ujarnya.

Bagi PCNU Purworejo, pengabdian di NU, baik sebagai pengurus cabang, ranting, hingga unit-unit kecil, merupakan kontribusi spiritual dan sosial yang sejalan dengan nilai-nilai kesantrian.

Baca Juga:  Sarasehan Santri Sehat dan Melek Hukum, NU Purworejo Bekali Santri Wawasan Kesehatan hingga Literasi Digital

Dalam konteks inilah Hari Santri Nasional 2025 diartikan sebagai panggilan bagi seluruh warga Nahdliyyin untuk meneguhkan kembali kontribusinya terhadap umat dan bangsa.

Talkshow yang digelar PCNU Purworejo merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Santri Nasional 2025. Di berbagai wilayah, peringatan ini tidak hanya diisi dengan upacara dan kirab, tetapi juga diskusi publik, kajian keagamaan, hingga refleksi sejarah.

Secara nasional, Hari Santri diperingati setiap 22 Oktober, merujuk pada Resolusi Jihad yang disampaikan KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Resolusi tersebut menjadi pemicu perjuangan rakyat mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari invasi kolonial, terutama dalam peristiwa 10 November di Surabaya.

Pemerintah menetapkan Hari Santri sebagai peringatan nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015.

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Perkuat Sinergi Informasi TNI AD, Dispenad Gelar Silaturahmi Hangat Bersama Awak Media Massa
Viral Kesalahan Juri, MPR Minta Maaf Atas Insiden Penilaian LCC Empat Pilar 2026 Kalbar
Kemendikdasmen Beri Kepastian Nasib Guru Non-ASN hingga 2026
Cegah Pola Berulang Kasus Pencabulan Santriwati Pati, Satgas Khusus Pesantren Mendesak Dibentuk
Kasus Pencabulan Santriwati Pati: Polresta Pati Periksa Pengasuh Ponpes yang Jadi Tersangka
KRI Bima Suci Tiba di Singapura: Kapal Latih TNI AL Perkuat Diplomasi Maritim
Fakta Baru Kekerasan Daycare Yogyakarta: Pengasuh Sebut Ada Perintah Atasan
Kasus Kekerasan Daycare Yogyakarta: Polisi Tetapkan 13 Tersangka Termasuk Pengelola

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 18:32 WIB

Perkuat Sinergi Informasi TNI AD, Dispenad Gelar Silaturahmi Hangat Bersama Awak Media Massa

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:37 WIB

Viral Kesalahan Juri, MPR Minta Maaf Atas Insiden Penilaian LCC Empat Pilar 2026 Kalbar

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:16 WIB

Cegah Pola Berulang Kasus Pencabulan Santriwati Pati, Satgas Khusus Pesantren Mendesak Dibentuk

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:23 WIB

Kasus Pencabulan Santriwati Pati: Polresta Pati Periksa Pengasuh Ponpes yang Jadi Tersangka

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:22 WIB

KRI Bima Suci Tiba di Singapura: Kapal Latih TNI AL Perkuat Diplomasi Maritim

Berita Terbaru