Investor kini bersiap menghadapi segala kemungkinan buruk. Hal ini terjadi menjelang tenggat waktu yang diberikan oleh Presiden Donald Trump kepada pihak Iran.
Selain itu, penolakan Iran terhadap proposal gencatan senjata memperkeruh keadaan. Dampaknya, premi risiko di pasar minyak dan keuangan global meningkat secara signifikan.
Ibrahim menambahkan bahwa ancaman serangan militer semakin nyata. Hal tersebut menjadi alasan kuat mengapa Rupiah tembus Rp17.000 dalam waktu yang cukup singkat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selanjutnya, pasar juga tengah menunggu data inflasi Amerika Serikat. Data yang akan rilis pada hari Jumat tersebut sangat menentukan arah kebijakan suku bunga.
Sementara itu, kurs JISDOR Bank Indonesia turut menunjukkan tren serupa. Mata uang rupiah tercatat berada pada posisi Rp17.092 per dolar AS hari ini.
Kondisi ekonomi global yang tidak menentu memang sangat menantang. Oleh sebab itu, stabilitas moneter dalam negeri perlu menjadi prioritas utama bagi pemerintah saat ini.
Editor : A. Nandar
Sumber Berita: ANTARA
Halaman : 1 2
















Tinggalkan Balasan