“Saya kira ini sesuatu yang harus dicatat sebagai prestasi yang membanggakan kita,” tambahnya.
Selain itu, Presiden menargetkan peningkatan pengembalian aset negara (return on asset) di atas 8 persen dan menekankan pentingnya pengelolaan aset yang efisien.
Ia juga menyoroti perlunya memangkas belanja tidak produktif seperti perjalanan dinas luar negeri dan kegiatan seremonial.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kesempatan tersebut, Presiden kembali menegaskan komitmennya untuk memberantas korupsi di seluruh lini pemerintahan dan dunia usaha.
“Korupsi masih terlalu banyak. Kita harus habiskan korupsi dari bumi Indonesia. Segala kebocoran, segala penyelewengan, segala manipulasi, semua. Semua tingkatan,” tegasnya.
Dengan pendekatan pembangunan yang inklusif dan berbasis efisiensi, pemerintah berharap dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional dari desa hingga pusat, menjadikan Indonesia sebagai negara maju yang berdaulat dan berkeadilan.
Editor : A. Nandar
Sumber Berita: Kementerian Sekretariat Negara RI
Halaman : 1 2
















Tinggalkan Balasan