14 Sep 2026
instagram youtube tiktok linkedin pinterest

14 Sep 2026

Menkeu : Gentengisasi Tak Sampai Rp1 Triliun, Pemerintah Siapkan Skema Pendanaan

- Penulis

Kamis, 5 Februari 2026 - 11:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

i

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

JAKARTA, DiengPost.com — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa anggaran untuk program gentengisasi nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto tidak akan melebihi Rp1 triliun. Program ini bertujuan mengganti atap rumah berbahan seng dengan genteng tanah liat guna memperindah wajah permukiman di Indonesia.

“Gentengisasi enggak sampai Rp1 triliun,” ujar Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Menurut Purbaya, anggaran program ini relatif kecil karena hanya menyasar rumah-rumah yang masih menggunakan atap seng. Ia menilai, jumlah rumah dengan atap seng tidak terlalu banyak, sehingga kebutuhan anggaran masih dalam batas wajar.

Baca Juga:  Wamenkeu Suahasil : Utang Negara Indonesia 2025 Masih Aman dan Dikelola Secara Produktif

“Yang diganti yang pakai seng, paling hanya berapa puluh persen. Jadi harusnya angkanya lebih kecil. Ini kan masih hitungan kasar sekali, bisa dikendalikan angkanya,” jelasnya.

Terkait sumber pendanaan, Purbaya menyebut pemerintah masih memiliki ruang cadangan fiskal yang bisa dimanfaatkan. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah alokasi dari cadangan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca Juga:  Prabowo Minta Penambahan Embung di IKN untuk Atasi Panas dan Cegah Karhutla

“Ada kemungkinan dari situ (MBG). Ada kemungkinan dari tempat lain,” tambahnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menggulirkan gagasan gerakan nasional gentengisasi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, Senin (2/2/2026). Ia menilai atap seng membuat lingkungan terlihat kumuh, panas, dan tidak nyaman.

Editor : A. Nandar

Sumber Berita: ANTARA

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031, Ini Profil dan Jejak Perjuangannya di Nahdlatul Ulama
JATMAN Gelar Istighatsah dan Manaqib Kubro Sambut Muktamar NU ke-35
Katib Syuriyah PBNU Ajak Peserta Muktamar Jombang Jaga Kemandirian Organisasi
Cari Solusi Baru, Presiden Prabowo Dorong Terobosan Penanganan Karhutla
KPK OTT Rektor Unsoed Terkait Dugaan Pemerasan Penerimaan Mahasiswa FK
Pejabat Kampus Terjaring OTT ke-19, Rektor Unsoed Dibawa KPK
Presiden Prabowo Subianto Tinjau Lokasi Kebakaran Hutan di Kubu Raya Kalimantan
Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031, Ini Profil dan Jejak Perjuangannya di Nahdlatul Ulama

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:55 WIB

JATMAN Gelar Istighatsah dan Manaqib Kubro Sambut Muktamar NU ke-35

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:37 WIB

Cari Solusi Baru, Presiden Prabowo Dorong Terobosan Penanganan Karhutla

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:53 WIB

KPK OTT Rektor Unsoed Terkait Dugaan Pemerasan Penerimaan Mahasiswa FK

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:12 WIB

Pejabat Kampus Terjaring OTT ke-19, Rektor Unsoed Dibawa KPK

Berita Terbaru