JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah menarik dana sebesar Rp75 triliun dari total Rp276 triliun yang sebelumnya ditempatkan di sistem perbankan. Dana tersebut langsung dibelanjakan kembali untuk mendukung program pemerintah pusat dan daerah, sebagai bagian dari strategi memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.
Hal ini disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam taklimat media akhir tahun di Jakarta, Rabu (31/12/2025). “Sekarang di bank ada Rp201 triliun, yang Rp75 triliun kita tarik tapi kita belanjakan lagi, jadi masuk ke sistem tapi enggak langsung dalam bentuk uang saya di bank, tapi uangnya masuk ke sistem lagi,” jelasnya.
Dana yang ditempatkan sebelumnya berasal dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) dan disalurkan ke lima Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) serta satu Bank Pembangunan Daerah (BPD). Rinciannya, Bank Mandiri, BRI, dan BNI masing-masing menerima Rp80 triliun, BTN Rp25 triliun, BSI Rp10 triliun, dan Bank DKI Rp1 triliun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Purbaya mengakui bahwa kebijakan penempatan dana tersebut belum berjalan optimal. Berdasarkan data Bank Indonesia per Oktober 2025, pertumbuhan kredit perbankan tercatat sebesar 7,36 persen secara tahunan (year-on-year). Ia menyebut hal ini dipengaruhi oleh ketidaksinkronan kebijakan antara pemerintah dan bank sentral.
“Injeksi uang yang kita taruh di sistem perbankan itu nggak seoptimal yang saya duga sebelumnya. Harusnya ekonomi lari lebih cepat karena ada sedikit ketidaksinkronan kebijakan antara kami dengan bank sentral yang sekarang sudah dibereskan,” ujarnya.
Namun, ia menegaskan bahwa koordinasi antara pemerintah dan Bank Indonesia kini telah diperbaiki. Dalam dua pekan terakhir, bank sentral mulai mendukung kebijakan fiskal pemerintah, sehingga likuiditas di sistem perekonomian dipastikan akan semakin longgar.
“Beberapa dua minggu terakhir, bank sentral sudah mendukung kebijakan kami. Artinya uang akan semakin banyak di sistem perekonomian, jadi Anda enggak usah takut ekonomi kita akan melambat,” tambahnya.
Editor : A. Nandar
Sumber Berita: ANTARA
Halaman : 1 2 Selanjutnya
































Tinggalkan Balasan