12 Sep 2026
instagram youtube tiktok linkedin pinterest

12 Sep 2026

Pemerintah Tarik Dana Rp75 Triliun untuk Dorong Belanja Negara

- Penulis

Rabu, 31 Desember 2025 - 18:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah tarik Rp75 triliun dari dana SAL untuk belanja negara. Menkeu Purbaya optimistis pertumbuhan ekonomi 2026 bisa capai 6 persen berkat sinkronisasi kebijakan. (ANTARA)

i

Pemerintah tarik Rp75 triliun dari dana SAL untuk belanja negara. Menkeu Purbaya optimistis pertumbuhan ekonomi 2026 bisa capai 6 persen berkat sinkronisasi kebijakan. (ANTARA)

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah menarik dana sebesar Rp75 triliun dari total Rp276 triliun yang sebelumnya ditempatkan di sistem perbankan. Dana tersebut langsung dibelanjakan kembali untuk mendukung program pemerintah pusat dan daerah, sebagai bagian dari strategi memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal ini disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam taklimat media akhir tahun di Jakarta, Rabu (31/12/2025). “Sekarang di bank ada Rp201 triliun, yang Rp75 triliun kita tarik tapi kita belanjakan lagi, jadi masuk ke sistem tapi enggak langsung dalam bentuk uang saya di bank, tapi uangnya masuk ke sistem lagi,” jelasnya.

Baca Juga:  Rangkaian Hari Santri Nasional 2025, PCNU Purworejo Gelar Ziarah ke Makam Ulama dan Kiai

Dana yang ditempatkan sebelumnya berasal dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) dan disalurkan ke lima Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) serta satu Bank Pembangunan Daerah (BPD). Rinciannya, Bank Mandiri, BRI, dan BNI masing-masing menerima Rp80 triliun, BTN Rp25 triliun, BSI Rp10 triliun, dan Bank DKI Rp1 triliun.

Purbaya mengakui bahwa kebijakan penempatan dana tersebut belum berjalan optimal. Berdasarkan data Bank Indonesia per Oktober 2025, pertumbuhan kredit perbankan tercatat sebesar 7,36 persen secara tahunan (year-on-year). Ia menyebut hal ini dipengaruhi oleh ketidaksinkronan kebijakan antara pemerintah dan bank sentral.

“Injeksi uang yang kita taruh di sistem perbankan itu nggak seoptimal yang saya duga sebelumnya. Harusnya ekonomi lari lebih cepat karena ada sedikit ketidaksinkronan kebijakan antara kami dengan bank sentral yang sekarang sudah dibereskan,” ujarnya.

Baca Juga:  Belasan Siswa SMK di Purworejo Terancam Nonaktif karena Tunggakan SPP

Namun, ia menegaskan bahwa koordinasi antara pemerintah dan Bank Indonesia kini telah diperbaiki. Dalam dua pekan terakhir, bank sentral mulai mendukung kebijakan fiskal pemerintah, sehingga likuiditas di sistem perekonomian dipastikan akan semakin longgar.

“Beberapa dua minggu terakhir, bank sentral sudah mendukung kebijakan kami. Artinya uang akan semakin banyak di sistem perekonomian, jadi Anda enggak usah takut ekonomi kita akan melambat,” tambahnya.

Editor : A. Nandar

Sumber Berita: ANTARA

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031, Ini Profil dan Jejak Perjuangannya di Nahdlatul Ulama
JATMAN Gelar Istighatsah dan Manaqib Kubro Sambut Muktamar NU ke-35
Katib Syuriyah PBNU Ajak Peserta Muktamar Jombang Jaga Kemandirian Organisasi
Cari Solusi Baru, Presiden Prabowo Dorong Terobosan Penanganan Karhutla
KPK OTT Rektor Unsoed Terkait Dugaan Pemerasan Penerimaan Mahasiswa FK
Pejabat Kampus Terjaring OTT ke-19, Rektor Unsoed Dibawa KPK
Presiden Prabowo Subianto Tinjau Lokasi Kebakaran Hutan di Kubu Raya Kalimantan
Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031, Ini Profil dan Jejak Perjuangannya di Nahdlatul Ulama

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:55 WIB

JATMAN Gelar Istighatsah dan Manaqib Kubro Sambut Muktamar NU ke-35

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:37 WIB

Cari Solusi Baru, Presiden Prabowo Dorong Terobosan Penanganan Karhutla

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:53 WIB

KPK OTT Rektor Unsoed Terkait Dugaan Pemerasan Penerimaan Mahasiswa FK

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:12 WIB

Pejabat Kampus Terjaring OTT ke-19, Rektor Unsoed Dibawa KPK

Berita Terbaru