“NU harus siap menghadapi perubahan zaman dengan konsolidasi tata kelola, sumber daya, dan agenda bersama. Ini bukan bentuk penolakan terhadap perubahan, melainkan cara NU beradaptasi secara strategis,” ujar Gus Yahya dalam keterangan yang dikutip dari NU Online.
Ia menambahkan, kemampuan beradaptasi organisasi besar seperti NU tidak hanya ditentukan oleh kekuatan intelektual, tetapi juga oleh kesiapan warga dalam menyusun langkah bersama menghadapi tantangan baru.
Dalam konteks sosial dan kebangsaan, konsolidasi menjadi kunci agar Nahdlatul Ulama tetap memainkan peran tengah (wasathan) di tengah dinamika nasional. Gus Yahya menegaskan bahwa warga NU ditakdirkan hadir di tengah masyarakat sebagai kekuatan moderat yang mampu menjadi penyeimbang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penganugerahan tokoh NU dianugerahi gelar Pahlawan Nasional juga dipandang sebagai pengingat bagi generasi penerus tentang pentingnya menjaga nilai-nilai perjuangan, keikhlasan, dan pengabdian kepada bangsa.
Penghormatan terhadap para tokoh ini tidak hanya berhenti pada simbol, tetapi menjadi inspirasi bagi gerakan sosial-keagamaan di masa depan.
Langkah NU dalam konsolidasi gerakan menegaskan arah baru organisasi yang berupaya menjaga warisan sejarah sembari membentuk masa depan bangsa.
Penulis : Adi
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
































Tinggalkan Balasan