Sementara itu, Gladi CPX penanganan tsunami Purworejo 2025 difokuskan pada aktivasi Pos Komando (Posko) darurat, pengujian komunikasi lapangan, serta pengambilan keputusan cepat dalam kondisi tekanan waktu. Latihan CPX juga akan disimulasikan di luar ruangan pada tahap selanjutnya dengan melibatkan unsur masyarakat dan lembaga penolong.
“Inti dari latihan ini adalah sinergi. Kita harus memastikan bahwa ketika status tanggap darurat diumumkan, seluruh sumber daya Kabupaten Purworejo bergerak dalam satu komando yang solid dan terkoordinasi,” tegas Wasit.
Menurut data BNPB, kawasan pesisir selatan Jawa Tengah termasuk Kabupaten Purworejo memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap potensi tsunami akibat aktivitas subduksi di zona Samudra Hindia. Sebanyak 10 desa di wilayah pesisir Purworejo dikategorikan sebagai daerah berisiko sedang hingga tinggi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Oleh karena itu, Gladi TTX dan CPX penanganan tsunami Purworejo 2025 menjadi langkah penting dalam memperkuat kesiapsiagaan pemerintah daerah.
Kegiatan ini melibatkan berbagai instansi, di antaranya Forkopimda, TNI/Polri, Basarnas, OPD teknis, lembaga vertikal, dan tim relawan. Setiap klaster diuji kemampuannya dalam mengelola informasi, sumber daya manusia, hingga logistik darurat bencana.
Wasit Diono meminta seluruh pihak mengikuti rangkaian kegiatan dengan serius dan terbuka menemukan kelemahan sistem.
Penulis : Gujiih
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
































Tinggalkan Balasan